HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Menhan Latih Anak Muda Papua Bela Negara Di Bogor

Menhan Latih Anak Muda Papua Bela Negara Di Bogor

 

Wartaplus. Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu  kembali membakar semangat anak muda dengan memberi pelatihan bela negara kepada 1.031 anak muda asal Papua di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Bela Negara Kementerian Pertahanan, Desa Cibodas, Bogor, Jawa Barat.

Menhan mengingatkan adanya sejumlah ancaman terhadap kebangsaan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berupa ideologi, politik, ekonomi, dan sosial budaya, sehingga program Bela Negara harus diprioritaskan. Jika tidak, begitu semangat bela negara dalam diri masyarakat hilang, negara akan rontok.

Hal tersebut disampaikan Ryamizard di Pusat Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Bela Negara Kementerian Pertahanan, Desa Cibodas, Bogor, Jawa Barat. “Bela Negara adalah roh bangsa sehingga program seperti ini harus diprioritaskan untuk melahirkan pembangunan dan melanjutkan eksistensi negara,” katanya.

Mantan Kepala Staff Angkatan Darat (KSAD) itu menjelaskan, perlunya program bela negara dijadikan program prioritas karena stabilitas keamanan negara masih jauh dari ancaman perang fisik.

Sementara ancaman non fisik seperti perang ideologi yang belakangan gencar dilakukan pelaku teroris sudah di depan mata, sehingga harus diantisipasi sedini mungkin karena terbukti secara nyata mengancam kedaulatan negara. Begitu juga ancaman narkoba karena bedampak negatif terhadap masa depan generasi muda.

“Sekali lagi saya katakan. Ancaman perang sekarang belom ada. Yang nyata itu teroris. Apalagi belakangan mereka semakin gencar menyebarkan paham radikalisme ke masyarakat. Kalau ini dibiarkan dan mereka jadi besar, bahaya! Sekarang aja sulit, apalagi kalau sudah besar. Itu dulu yang prioritasnya. Narkoba juga. Narkoba ini bahaya karena menurut data setiap hari ada 50 orang yang mati,” ujarnya.

Ryamizard kemudian mencontohkan, meski banyak pihak tidak suka dengan kepemimpinan Presiden Amerika Serikat yang baru yaitu Donald Trumph. Namun prinsip yang dianut presiden pengganti Barack Obama tersebut patut dicontoh karena memiliki jiwa bela negara yang kuat. Begitu juga dengan Presiden Rusia Vladimir Putin yang sadar tentang pentingnya nasionalisme dan bela negara.

“Saya berterima kasih kepada Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), yang mau bekerja sama dengan Kemhan dalam menanamkan semangat bela negara ke generasi muda. Anak-anak Papua? selama ini kurang diperhatikan, dan mudah-mudahan saja ke depan pemimpin-pemimpin di sana seperti Bupati, Walikota dan Gubernur ada dari mereka yang ikut program bela negara ini,” ujarnya.

Ryamizard memastikan, kegiatan pendidikan bela negara semacam ini akan dilaksanakan tiap tahun, dan akan diikuti anak-anak dari daerah lain secara bergantian. Sebab, hanya melalui kegiatan ini karakter cinta tanah air dan semangat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam diri generasi muda bisa dibentuk.

“Tapi yang jelas, masalah bela negara bukan hanya tanggung jawab Kementerian Pertahanan dan TNI saja. Tapi juga menjadi tanggung jawab seluruh pembina sumber daya manusia, baik kementerian maupun lembaga lain dan pemerintah daerah,” terangnya. RM

Check Also

OSO Kantongi SK Menkumham, Wiranto: Tidak Ada Munaslub

Wartaplus. Konflik internal yang melanda Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bakal reda. Pasalnya, tidak ada agenda ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *