HEADLINE : Akhirnya Bupati Biak Numfor Ditahan - Papua Barat Heboh Ada Penampakan Salju di Raja Ampat - Teganya 7 Remaja Tanggung di Kota Serui Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Temannya ,
Rabu , 20 September 2017
Breaking News
Home » Hukum » Marah Tak Dipanggil “Yang Terhormat”, DPR Disuruh Bercermin
Arteri Dahlan

Marah Tak Dipanggil “Yang Terhormat”, DPR Disuruh Bercermin

Wartaplus. ‎”Saudara anggota DPR tidak dipanggil yang terhormat. Kenapa marah? Memangnya Anda layak dihormati?”@ehardum1

Komisi III DPR menggelar rapat dengar pendapat dengan KPK, Senin malam (11/9). Saat rapat, ada kejadian yang bikin netizen muak dengan kelakuan anggota dewan. Pasalnya, anggota Fraksi PDIP Arteri Dahlan marah karena pimpinan KPK yang hadir tidak memanggil legislator dengan “Yang Terhormat”. Sikap Arteri ini ramai dikomentari. Mau terhormat, DPR disuruh bercermin dulu. Sebenarnya, Arteria adalah anggota Komisi VIII DPR. Namun, dia ditugaskan fraksinya ikut rapat kerja di Komisi III.

Awalnya, rapat berjalan biasa saja. Banyak pertanyaan yang dilontarkan anggora dewan. Nah, setelah sejumlah Komisioner KPK menjawab setiap pertanyaan yang dicecar oleh anggota, Arteria diberi kesempatan bicara. Namun, yang pertama kali diungkapkan adalah protes terhadap Komisioner KPK yang tak sekalipun memanggil rekan-rekannya anggota dewan dengan sebutan “Yang Terhormat”.

“Ini mohon maaf ya, saya kok nggak merasa ada suasana kebangsaan di sini. Sejak tadi saya tidak mendengar kelima pimpinan KPK memanggil anggota DPR dengan sebutan “Yang Terhormat”,” ujar Arteria.

Menurut dia, sudah sepatutnya pimpinan KPK memanggil anggota DPR dengan sebutan “Yang Terhormat”. Dia mencontohkan, saat Kapolri Jenderal Tito Karnavian, bahkan Presiden Jokowi juga memanggil anggota legislatif dengan sebutan tersebut sebagai penghormatan. “Malahan Pak Tito memanggil kita kadang dengan sebutan ‘Yang Mulia’. Ini pimpinan KPK sejak tadi nggak ada yang memanggil kita dengan sebutan ‘Yang Terhormat’,” ucap politisi dari dapil Jawa Timur VI itu.

Selain protes soal panggilan kehormatan, ditambahkan Arteria, DPR selama ini selalu membela KPK. Namun akhir-akhir ini KPK sudah kelewatan. “Selama ini kita pembela KPK. Tidak pernah terucap apa yang dilakukan KPK melenceng. Ini sudah enough-lah,” tandasnya.

Dia mencontohkan barang sitaan KPK dari hasil kasus korupsi. Menurutnya, KPK harus melaporkan benda sitaan karena diatur oleh undang-undang. Menurutnya, apapun yang KPK kelola berkaitan dengan barang rampasan dan sitaan harus dikomunikasikan dengan Kepala Rupbasan.  “Ini Pasal 27 bagaimana menyimpan, itu diserahkan kepada kepala Rupbasan. Tapi itu ada pada kepala Rupbasan, bukan di KPK. Bapak yang menyidik, bapak yang pegang barang bukti. Ini bahaya,” terangnya.

Karena protes Arteria, DPR kembali jadi bulan-bulanan netizen. Di Twitter, sindiran, kecaman, nyinyiran hingga makian tweeps datang silih berganti. Ada tweeps yang cuitannya cuman sekadar nyinyir. Seperti akun @sudjiwotedjo. “Yang itu kekasih. Tapi “Yang Terhormat” belum tentu kekasih,” cuit dia disambut @unilubis‎. “Suasana kebangsaan kog ukurannya panggilan “Yang Terhormat”. Kasihan,” cuitnya.

Akun @saididu menyindir.‎ “Ayo seluruh rakyat, kita kompak panggil anggota @DPR_RI “YANG TERHORMAT”,” cuitnya, senada dengan @mouldie_sep.‎ “Koq KTP nya masih yang lama? Iya mba, dikorupsi sama wakil rakyat yang terhormat,” kicau dia. Akun @anandyalina menimpali.‎ “Konyol dan tolol!!! Itu penilaian saya tentang anggota DPR yang ributin kata “yang terhormat”,” kicaunya.

Beberapa yang lain lebih sadis seperti akun @yedidamayatop. “Yang terhormat para maling. Uang terhormat para kuruptor. Semoga semua bisa tidur nyenyak,” cuit dia, disambut @manissachh. “Yang seharusnya dipanggil Yang Terhormat itu adalah rakyat yang uangnya sudah dihabiskan buat ngisi pundi-pundi kekayaan kalian sendiri‎‎,” kicaunya.

Akun @ehardum1 balik nanya. ‎”Saudara anggota DPR tidak dipanggil yang terhormat. Kenapa marah? Memangnya Anda layak dihormati?” cuitnya, disamber @irwanka. “Minta dipanggil “yang terhormat” kelakuannya “yang tak pantas dihormat”,” kicaunya.

Akun @awemany bertanya dari partai apa yang meminta dipanggil yang terhormat.‎ “Segila hormat ini? Partainya apa?” cuitnya, disambut @Falahfajar. “Kenapa akhir-akhir ini anggota dewan PDIP membenci KPK? Sikapnya arogan sekali. Ingin kalah pileg? @PDI_Perjuangan,” cuitnya. “Lewat depan Gedung DPR, sudah tidak ada yang jualan cermin lagi, no wonder para dewan terhormat lupa bercermin akhir-akhir ini,” kicau @wahyu_kentjana‎. Akun @ediedot108 menambahkan. “Apa mereka pantas dipanggil yang terhormat ? Belilah cermin yang besar biar ngaca.” RM

Check Also

Herman Tilke

MotoGP, Indonesia Siap Saingi Finlandia

Wartaplus. Desainer sirkuit kenamaan, Herman Tilke sangat yakin MotoGP Indonesia di Palembang bisa digelar pada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *