HEADLINE : Gara-Gara Status di Facebook Sekelompok Oknum Polisi Gebuk Wartawan Online di Timika - Ketua Umum Persipura: Yunior Buat Sejarah, Papua Gudangnya Sepakbola - Dewan Pers Sambangi Kantor Redaksi Wartaplus.com Lakukan Verifikasi - Bendera Bintang Kejora Berkibar di Banti Tembagapura - Sungguh Bejat, Kelompok Kriminal Bersenjata Perkosa Ibu Rumah Tangga di Tembagapura - Polda Papua Belum Terima Laporan Dugaan Korupsi KPU Intan Jaya ,
Rabu , 22 November 2017
Breaking News
Home » GENERAL » KPU Lanny Jaya Minta Segera Buka Palang Kantor Perwakilan KPU di Wamena
Kantor Perwakilan KPU Lanny Jaya di Wamena yang dipalang oleh sekelompok masyarakat/Istimewa
Kantor Perwakilan KPU Lanny Jaya di Wamena yang dipalang oleh sekelompok masyarakat/Istimewa

KPU Lanny Jaya Minta Segera Buka Palang Kantor Perwakilan KPU di Wamena

JAYAPURA,-  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Lanny Jaya, Tanus Kogoya meminta agar segera membuka palang Kantor Perwakilan KPU Lanny Jaya di Wamena, yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di Daerah Pemilihan (Dapil) 3, sejak Sabtu (12/11) lalu.

Kepada wartaplus.com dari Wamena, Jayawijaya, Selasa (14/11) pagi, Tanus mengungkapkan kekesalannya kepada sekelompok masyarakat itu, yang menurutnya melakukan aksi pemalangan kantor, hanya karena kesalahpahaman yang mestinya bisa diselesaikan tanpa menghambat aktifitas pihaknya di kantor tersebut.

“Pemalangan dilakukan hari Sabtu minggu lalu oleh masyarakat Daerah Pemilihan 3 Kabupaten Lanny Jaya dengan alasan pada beberapa distrik terjadi pengurangan Data Agregat Kependudukan Per Kecamatan (DAK2) pada pemilihan gubernur (Pilgub) Papua Tahun 2018,” terang Tanus.

Menyikapi aksi itu, pihaknya telah melaporkan ke Kapolres Lanny Jaya agar membantu koordinasi sehingga masyarakat segera membuka palang. Mereka melakukan pemalangan tepat di pintu masuk dengan memakai kayu dan baliho yang isinya meminta agar mengembalikan daftar pemilih tetap (DPT) di Dapil 3. Mereka mengancam tidak akan mengikuti Pilgub maupun Pileg pada tahun 2019 nanti, sebelum DPT dikembalikan.

Kata Tanus, akibat pemalangan tersebut, kegiatan KPU terhambat karena saat ini mereka sedang melakukan penelitian partai politik (Parpol) dan seleksi PPD dan PPS. Ia menjelaskan, aksi pemalangan di kantor KPU sebenarnya tidak ada hubungannya dengan KPU karena yang dipersoalkan oleh masyarakat itu adalah DAK2, yang menjadi ranahnya pemerintah daerah Kabupaten Lanny Jaya.

“Intinya kami di KPU adalah pemalangan harus dibuka karena masalah DAK2 itu domainnya pemerintah, bukan KPU. Silakan mereka sampaikan kepada pemerintah daerah,” jelas Tanus. Ia menegaskan, masalah DPT untuk Pilgub, KPU Lanny Jaya belum melakukan tahapan untuk pemutakhiran data, sehingga tidak ada perubahan DPT. “DPT Pilkada 2017, masih tetap ada dan belum mengalami perubahan, baik di Dapil 1, 2 dan 3,” tandas Tanus. [Frida]

Check Also

Gubernur Papua, Lukas Enembe membuka kegiatan pameran pekan pembangunan Papua/Riri

Pameran Pekan Pembangunan Papua, Potret Keberhasilan Otsus di Era Lukas Enembe

JAYAPURA – Gubernur Papua, Lukas Enembe membuka secara resmi Pameran Pekan Pembangunan Papua, berlangsung di ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *