HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Hukum » Korupsi Rp 60 Miliar, Pejabat Sumbar Ditangkap Di Bandara Soetta

Korupsi Rp 60 Miliar, Pejabat Sumbar Ditangkap Di Bandara Soetta

 

Wartaplus. Pejabat Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukiman Provinsi Sumatera Barat, Yusafni ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Yusafni diduga melakukan korupsi merugikan negara puluhan miliar.

Kepala Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Komisaris Besar Endar Prihantoro menjelaskan, tersangka yang menjadi Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Pemukinan Sumbar diduga melakukan korupsi dalam pembebasan lahan untuk proyek infrastruktur tahun 2012 hingga 2016.

“Tersangka diduga me-mark up anggaran ganti rugi pembebasan lahan sebesar Rp 120.032.754.170,” kata Endar. Padahal berdasarkan hasil penyidikan polisi, , nominal ganti rugi lahan tidak mencapai angka tersebut.

Artinya, lanjut Endar, ada kelebihan nilai yang kemudian dipergunakan untuk kepentingan pribadi Yusafni. Disinggung mengenai besaran dana yang masuk kocek pribadi tersangka, Endar belum bersedia memaparkannya.

Dia bilang, angka itu tengah dihitung penyidik. “Diperlukan penghitungan secara keseluruhan dengan cermat,” kata Endar.

Untuk memastikan berapa besaran dana yang ditilep Yusafni, penyidik perlu memeriksa dokumen-dokumen serta saksi-saksi. “Nanti begitu tuntas proses penghitungannya akan kita sampaikan. Yang jelas sampai sejauh ini diperkirakan ada dana sekitar Ro60 miliar yang diduga diselewengkan tersangka,” sergahnya.

Endar menambahkan, penyidik menduga Yusafni melakukan kejahatan dengan modus membuat laporan pertanggungjawaban anggaran fiktif.

Hasil koordinasi dengan jajaran Polda Sumatera Barat, menemukan bukti Yusafni membayarkan ganti rugi tidak sesuai dengan kesepakatan atau ketentuan yang sudah ada.

“Kasus ini ditangani bersama oleh Bareskrim dan Polda Sumatera Barat. Sebelumnya, Polda Sumbar sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi di sana,” tuturnya.

Kini, Bareskrim bakal menelusuri siapa saja pihak lain yang diduga kecipratan dana hasil kejahatan tersangka. “Kita akan mengembangkan perkara ini. Pada siapa saja tersangka mengalirkan dana hasil korupsi tersebut,” ujar Endar. RM

Check Also

JK Cerita Sodorin Anies Ke Prabowo

Wartaplus. Di tengah ribut-ribut soal mahar politik, Wapres JK membela Prabowo Subianto. JK menegaskan, sepengetahuannya, Ketum ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *