HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Hukum » Korupsi Bank Sumut, Plt Kepala Divisi Umum Dihukum 2,5 Tahun

Korupsi Bank Sumut, Plt Kepala Divisi Umum Dihukum 2,5 Tahun

Wartaplus. Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan menjatuhkan vonis 2,5 tahun penjara kepada Zulkarnaen, bekas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Divisi Umum Bank Sumut.

Zulkarnaen yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pengadaan 294 mobil dinas tahun 2013 terbukti melakukan tindak korupsi dalam proyek yang menelan biaya Rp17,6 miliar itu.

Perbuatan Zulkarnain memenuhi unsur dakwaan subsider Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang Pemberantasan Tipikor junto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang Undang Hukum Pidana.

“Mengadili, menyatakan terdakwa Zulkarnain terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama. Menjatuhkan hukuman pidana penjara oleh karena itu selama 2 tahun 6 tahun dan denda Rp50 juta subsidair 3 bulan kurungan,” putus ketua majelis hakim Achmad Sayuti.

Hakim Sri Wahyuni Batubara berbeda pendapat atau dissenting opinion. Menurut dia, perbuatan Zulkarnaen bukanlah tindak pidana korupsi.

Majelis hakim memutus terdakwa tak dibebani membayar uang pengganti kerugian negara karena tak menikmati keuntungan dari perbuatan korupsi ini.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Netty Silaen menyatakan pikir-pikir atas putusan hakim ini. Pasalnya, hukuman yang dijatuhkan kepada Zulkarnaen jauh di bawah tuntutan. JPU meminta hakim menjatuhkan vonis 7 tahun penjara serta denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan kepada Zulkarnaen.

Dalam perkara sama, dua bekas pejabat Bank Sumut juga telah divonis bersalah melakukan korupsi. Mereka yakni M Yahya (bekas Direktur Operasional) dan M Jefri Sitindaon, bekas Asisten III Kepala Divisi Umum sekaligus ketua panitia lelang. Keduanya divonis masing-masing 2,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Sebelumnya, JPU Netty Silaen juga menuntut Yahya dan Jefri dipenjara 7 tahun dan dikenakan denda Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Namun tuntutan itu tak dikabulkan.

JPU pun mengajukan banding. Akhirnya hukuman Yahya diperberat menjadi 4 tahun penjara. Begitu dengan hukuman denda, ditambah menjadi Rp200 juta subsider 6 bulan kurungan. Sementara untuk Jefri, Pengadilan Tinggi Sumut belum mengeluarkan putusannya.

Kasus ini terjadi pada 2012 lalu. Kepala Divisi Umum Bank Sumut Irwan Pulungan merencanakan anggaran untuk jasa sewa kendaraan dinas. Rencana itu diajukan ke direksi dan ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun 2012.

Usulan tersebut, lanjut JPU, disetujui dan disahkan menjadi RBB pada tanggal 29 November 2012 yang ditandatangani oleh M Yahya selaku Direktur Umum, Zenilhar selaku Direktur Pemasaran dan Syariah serta Komisaris PT Bank Sumut sebesar Rp21 miliar yang diperuntukkan selama 1 tahun. RM

Check Also

Enggar Paparkan Alasan Impor Beras, Tiga Bulan Operasi Pasar Tetapi Harga Ogah Turun

Wartaplus. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartisto Lukita, buka-bukaan dibalik alasan pemerintah melakukan impor beras. Menurutnya, kebijakan itu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *