HEADLINE : Gara-Gara Status di Facebook Sekelompok Oknum Polisi Gebuk Wartawan Online di Timika - Ketua Umum Persipura: Yunior Buat Sejarah, Papua Gudangnya Sepakbola - Dewan Pers Sambangi Kantor Redaksi Wartaplus.com Lakukan Verifikasi - Bendera Bintang Kejora Berkibar di Banti Tembagapura - Sungguh Bejat, Kelompok Kriminal Bersenjata Perkosa Ibu Rumah Tangga di Tembagapura - Polda Papua Belum Terima Laporan Dugaan Korupsi KPU Intan Jaya ,
Rabu , 22 November 2017
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Kominfo Berhasil Blokir 6 DNS Konten Porno di WhatsApp

Kominfo Berhasil Blokir 6 DNS Konten Porno di WhatsApp

WARTAPLUS – Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika Kementerian Komunikasi dan Informasi, Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan, institusinya sudah mengirim surat teguran tiga kali ke Facebook soal konten porno di WhatsApp. Facebook merupakan pemilik aplikasi messaging terkenal itu.

“Tanggal 4, 5 dan 6 November 2017. Kita ingin mereka men-take down. Selain itu, kami juga sudah melakukan pemblokiran terhadap enam DNS (Domian Name System) yang terkait dengan konten pornografi,” kata pria yang akrab disapa Sammy itu di Gedung Kominfo, Jakarta, Senin 6 November 2017.

Dalam keterangannya, WhatsApp menegaskan konten GIF yang ada medium mereka merupakan layanan dari pihak ketiga yakni aplikasi Tenor.

Kominfo membeberkan, keenam DNS yang diblokir adalah tenor.com, api.tenor.com, blog.tenor.com, qa.tenor.com, media.tenor.com dan media1.tenor.com.

Sammy menuturkan, Tenor adalah pihak ketiga alias mitra WhatsApp yang menyediakan konten. Walau demikian, Kominfo tegas menginginkan agar layanan milik Facebook itu tidak boleh lepas tangan.

“Karena ada di dalam layanannya. Kita minta mereka jangan lepas tangan. Kita desak mereka untuk melakukan pembersihan. WhatsApp harus menaati apa yang diminta pemerintah Indonesia, ” ungkapnya.

Dalam keterangan resminya, Senin, 6 November 2017, WhatsApp menjelaskan konten GIF pada platformnya bukan dalam kendali sistem mereka, sebab konten itu merupakan layanan yang tersedia dari luar WhatsApp.

“Di Indonesia, WhatsApp memungkinkan orang untuk mencari GIF dengan menggunakan layanan pihak ketiga. Kami tidak bisa memonitor GIF di WhatsApp karena konten di WhatsApp memiliki enkripsi end-to-end,” Juru bicara WhatsApp melalui email.

WhatsApp mengatakan, mereka siap untuk memantau konten yang disediakan oleh mitra mereka.

“Kami telah berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia untuk secara langsung bekerja sama dengan layanan pihak ketiga tersebut dalam memonitor konten mereka,” ujar WhatsApp.

[VIVA]

Check Also

Alfian Eko Prasetya d Melati Daeva Oktavianti

Hongkong Terbuka, Alfian Dan Melati Sukses Balaskan Dendam

Wartaplus. Pasangan ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti berhasil melewati hadangan pertamanya di babak kualifikasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *