HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Koalisi Forum Kawasa Biak Datangi Kejati Papua Tuntut Bupati Biak Diproses
Koordinator Forum Peduli Kawasa Byak, John Mandibo saat memberikan tuntutan kepada Kejaksaan Tinggi Papua/Cholid

Koalisi Forum Kawasa Biak Datangi Kejati Papua Tuntut Bupati Biak Diproses

JAYAPURA,– Ratusan mahasiswa Kabupaten Biak dan Mamberamo Raya yang tergabung dalam Koalisi Forum Kawasa (Masyarakat) Biak (FKMB) mendatangi Mapolda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua menggelar aksi demo, meminta pihak penegak hukum serius menangani perkara korupsi yang melibatkan Bupati Biak Thomas Alva Ondi yang merugikan negara Rp 84 miliar.

Koordinator Forum Peduli Kawasa Byak, John Mandibo menyampaikan, pihaknya tidak akan berhenti untuk mendatangi Mapolda Papua dan Kejaksaan Tinggi Papua, demonstrasi hingga kasus ini tuntas. “Sejak tanggal 1 Januari 2017 lalu, Polda Papua telah menetapkan Bupati Biak menjadi tersangka. Tapi, kami bingung kasus ini tak juga disidangkan ke pengadilan,” jelasnya.

Kata John, kedatangannya bukan saja menuntut kepolisian untuk serius menangani perkara ini, melainkan memberikan dukungan kepada aparat penegak hukum dalam pemberantasan kasus korupsi.

“Informasinya berkas perkaranya sudah di limpahkan ke Kejaksaan Tinggi Papua. Namun berkas perkara itu dikembalikan. Kami berharap kepolisian bisa segera menuntaskan kasus ini, sehingga bisa fokus ke kasus tindak pidana korupsi lainnya,” ujarnya.

basmi korupsi

Adapun pernyataan sikap yang disampaikan ke Polda Papua, kata John, ia berharap polisi segera  berani mengambil sikap tegas dan menjunjung keadilan  untuk memberantas korupsi dari tanah papua tanpa pandang bulu atau intervensi dari manapun.

“Kami harap setelah ditetapkan tersangka korupsi pada tanggal 1 Januari tahun 2017, Bupati Biak Numfor Thomas Alva Edison Ondi segera ditangkap dan dipenjara,” tegasnya.

John juga meminta proses sedang berjalan dalam tahapan pemeriksaan P19 oleh Ditrikrimsus Polda Papua  untuk melengkapi berkas korupsi Thomas Ondi egera diselesaikan dengan seadil-adilnya.

“Aset yang telah disita kepolisian, kami harapkan tak lagi digunakan oleh tersangka. Sehingga barang bukti tak bisa dihilangkan,” ujarnya.

Sementara itu, sikap yang diberikan ke Kejaksaan Tinggi Papua, Joh meminta agar kejaksaan berani mengambil sikap tegas atas kasus ini.

“Polda Papua akan limpahkan berkas P21, sehingga kami berharap kejaksaan segera menetapkannya, sehingga kasus ini bisa segera disidangkan di pengadilan,” tegasnya.

John menilai Kejakasaan Tinggi Papua gagal dalam mengambil sikap dan kebijakan  untuk mengungkap kasus korupsi yang merajarela di Bumi Papua. “Kasus korupsi Bupati Biak sudah cukup  lama dan terus dibiarkan berlarut rakyat harus  dibela oknum koruptor yang merusak negeri dan tanah air segera di tangkap,” pungkasnya.

Sebatas diketahui, Polda Papua telah menetapkan Bupati Biak Thomas Alfa Edison Ondi sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2011-2013 yang merugikan negara hingga Rp 84 miliar.

Thomas Alfa Edison Ondi sendiri dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 (1) KUH Pidana dan Pasal 3 UU RI No.8 Tahun 2010 tantang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. [Cholid]

Check Also

70 Atlet Ikut Lomba Body Contes dan Binaraga Piala Bupati Jayapura Cup I

SENTANI,– Sedikitnya 70 atlet binaraga dari 7 Kabupaten dan 1 kota di Papua mengikuti lomba ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *