HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Ketua Komisi V DPR Papua Lakukan Sidak di RSUD Dok II Terkait Laporan Warga
Ketua Komisi V DPR Papua, Yakoba Lokbere didamping Staf Ahli dan Staf Komisi bersama Direktur RSUD Dok II Jayapura ketika melihat alat-alat rumah sakit/Istimewa

Ketua Komisi V DPR Papua Lakukan Sidak di RSUD Dok II Terkait Laporan Warga

JAYAPURA,-Ketua Komisi V DPR Papua, Yakoba Lokbere mengemukakan, pihaknya melakukan sidak di RSUD Dok II, Senin (17/7)  untuk memastikan informasi dari masyarakat yang masuk ke DPR Papua atas tidak adanya fasilitas dan kurangnya pelayanan di RSUD Dok II Jayapura.

Ternyata dari hasil sidak yang dilakukan dari ruang ke ruang tidak seperti apa yang disampaikan oleh masyarakat karena pelayanan maupun fasilitas di  RSUD Dok II mengalami peningkatan signifikan dari tahun sebelumnya.

“Memang ada beberapa ruang yang masih belum ada fasilitasnya dan itu bertahap dilakukan oleh Direktur, namun sebagian besar alat-alat canggih sudah berada di RSUD Dok II Jayapura guna memberikan pelayanan kepada masyarakat Papua untuk berobat, seperti alat scan, alat pacu jantung, alat saraf, ginjal, hemdialisa dan beberapa alat lainnya,” katanya.

Ia  memastikan bahwa RSUD Dok II Jayapura kini mengalami kemajuan dan perkembangan signifikan, baik itu pelayanan, alat-alat untuk pengobatan pasien dan juga perkembangan ruang-ruangan di RSUD Dok II Jayapura.  “Ini realitas yang ditemukan langsung dari ruang ke ruangan,”katanya.

Untuk itu, kemajuan yang terjadi sejak kepemimpinan Direktur RSUD yang baru harus mendapat perhatian dari Pemerintah daerah untuk membenahi terus adanya kekurangan-kekurangan terhadap pelayanan.

“Memang pembenahan di RSUD Dok II Jayapura tidak semudah menbalikan telapak tangan, melainkan membutuhkan proses. Dan terbukti kepemimpinan direktur yang baru satu tahun ini telah membuktikan kemajuan besar, sehingga  kami berharap agar pemerintah harus ada perhatian serius untuk terus melakukan pembenahan-pembenahan di RSUD Dok II Jayapura,” katanya.

Dikatakannya, jika ingin RSUD Dok II menjadi rumah sakit  rujukan di tanah Papua maka Pemerintah Papua dan juga pemerintah pusat harus lebih aktif untuk melihat hal-hal yang mendasar untuk kesehatan, khusus pelayanan di RSUD Dok II Jayapura. “Kalau kesehatan sudah bagus, maka perekonomian akan ada kemajuan untuk meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia mengemukakan alat-alat canggih di RSUD Dok II Jayapura dibantu dari anggaran Badan Usaha Milik Negara (BUMN).“Alat cukup canggih karena semuanya berasal dari negara Jepang. Kami harap alat ini harus ditambah untuk memberikan pelayanan yang full bagi masyarakat Papua,”katanya.

Oleh karena itu, kata dia, kepada seluruh masyarakat Papua, baik itu di pegunungan, pesisir maupun di Kota Jayapura yang selama ini menganggap peralatan di RSUD Dok II Jayapura sanagt tidak benar.

“Persepsi itu mari kita hilangkan, karena RSUD Dok II Jayapura sudah mulai ada peningkatan, baik alat maupun fasilitas lainnya karena alat, seperti CT Scan, Hemadolisa, alat jantung dan alat Saraf sudah ada. Pasien tidak perlu buang-buang uang ke  Makassar untuk buang energi dan uang, cukup datang ke RSUD Dok II untuk melakukan pengobatan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dok II Jayapura, Drg. Josef Rinta R.M. Kes.MH  mengatakan, RSUD Dok II mendapatkan bantuan dana untuk membeli peralatan guna melengkapi fasilitas kesehatan sesuai standar, yang mana RSUD Dok II  Jayapura merupakan rujukan nasional dengan standar tipe B,” katanya.

Peralatan yang dimiliki itu, kata Josef  seperti, CT Scan untuk pemeriksaan foto, hemodialisa, endoskop sebagai alat pemeriksa lambung, dan alat untuk pemeriksaan tulang dan Paru.

Disamping itu, RSUD Dok II juga memiliki  USG empat dimensi untuk ibu-ibu hamil. Artinya USG empat dimensi ini mengetahui secara langsung bagaimana kondisi bayi, baik ukuran berat  badan, panjang badan, umur bayi. “Kami juga ada ESWL untuk pemecah batu ginjal, alat untuk operasi pembuluh darah yang tersumbat,” katanya.

Josef mengatakan, kedepan pihak akan melakukan katerisasi jantung dan kalau pasien membutuh ring maka tim bedah dari jantung bisa datang, termasuk alat mikrosof bedah saraf.

“Mikrosof bedah saraf ini hanya ada dua di Indonesia yakni di RSM dan RSUD Dok II Jayapura. Alat merupakan alat canggih, sehingga kami bersykur atas bantuan pemerintah pusat karena kini RSUD Dok II mendapat 15 unggulan, karena dulunya tidak ada,” katanya.

Josef mengakui bahwa masih adanya kekurangan di RSUD Dok II Jayapura namun dihimbau kepada seluruh masyarakat agar memahami mekanisme dengan mengurus kartu kepesertaan dengan mengurus kartu BPJS dan KPS.

“Yang terpenting, pasien datang jangan hanya membawa diri tanpa identitas dan ketika dipulangkan, dipulangkan kemana. Kalau tidak mampu harus urus bahwa tidak mampu. Orang Papua tidak semua harus mendapat KPS dan harus dilayani secara gratis. Kami hanya melayani orang yang tidak mampu dan memiliki KPS,” katanya.

Check Also

Besok, KONI Pusat Akan Melantik Pengurus KONI Papua

JAYAPURA,- Sebanyak 70-an pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua akan dilantik oleh Ketua KONI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *