HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » Kedapatan Mabuk di Kantor, Begini Nasib Tiga ASN Pemprov Papua
Asisten Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekda Papua,Doren Wakerkwa

Kedapatan Mabuk di Kantor, Begini Nasib Tiga ASN Pemprov Papua

JAYAPURA, – Tiga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang kedapatan mabuk di salah satu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemerintahan Provinsi sepekan lalu, akhirnya mendapat sanksi.

Asisten Bidang Pemerintahan dan Hukum Sekda Papua,Doren Wakerkwa mengatakan, pihaknya segera mengusulkan agar ketiganya segera dipindahkan ke Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Provinsi Papua maupun Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura.

“Menyangkut disiplin, ada tiga orang ASN yang kedapatan bawa miras ke kantor, sehingga kita usulkan untuk dicopot dan dipindahkan ke Korpri, karena mereka mengganggu stabilitas di BPKAD, kami sudah mendapat informasi soal itu,”kata Doren kepada pers di Jayapura, Senin (24/7).

Terkait dengan usulan tersebut, Doren meminta kepada pimpinan OPD tersebut, untuk segera memprosesnya.”Harus segera usul untuk dipindahkan, sehingga menjadi perhatian bagi ASN untuk tidak mabuk-mabuk di kantor,”tegasnya.

Lanjut dikatakan, pihaknya memang mengusulkan untuk pemecatan ketiga ASN tersebut, tetapi karena pertimbangan kemanusiaan, sehingga pihaknya hanya memindahkan dan memberi pembinaan.

“Kita pindahkan saja, tidak dicopot, kasihan ada istri dan anak mereka yang masih kecil, saya harapkan mereka ini mengerti dan tidak mengulang kesalahan yang sama, jangan sampai ASN yang lain ikut-ikutan mabuk-mabuk dan kena sanksi lagi,”urainya.

Lanjut Doren, bagi ASN yang kedapatan mabuk seperti tiga orang ASN sebelumnya bakal diberikan pembinaan dan dipindahkan dari tempat tugasnya, karena menganggu stabilitas di OPD tersebut.

“Bagi yang kedapatan mabuk, tetap kita proses, kalau eselon III,IV kita usul ke Kepala BKD untuk dipindahkan, ke Korpri,”ujarnya.

Doren kembali menegaskan walaupun Pemprov Papua sudah melarang peredaran miras di Papua, tetapi masih saja ada pihak-pihak yang melenggang bebas untuk memproduksi maupun menjual miras secara bebas.

“Ini yang menjadi perhatian kita juga, karena walaupun sudah dilarang masih saja ada yang jual, ini dampaknya besar dan mempengaruhi secara keseluruhan, ini yang menjadi perhatian,”tutupnya.[Riri]

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *