HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Kasus Deiyai, Mahasiswa Datangi Kantor DPR Papua
Ratusan massa yang tergabung dalam Solidaritas Pemuda Mahasiswa Rakyat Peduli HAM Deiyai Papua (SPMR-PHDP) mendatangi Kantor DPR Papua/Cholid

Kasus Deiyai, Mahasiswa Datangi Kantor DPR Papua

JAYAPURA,-Ratusan massa  yang tergabung dalam solidaritas Pemuda  Mahasiswa rakyat Peduli HAM Deiyai Papua (SPMR-PHDP) mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Selasa (8/8) siang, terkait penembakan di Deiyai belum lama ini.

Koordinator aksi, Norbet Bobii dalam orasinya mengatakan, DPRP harus memperjuangkan agar pelaku diproses hukum. Apalagi amunisi yang digunakan adalah peluru tajam, bukan peluru karet.

Sementara Ketua BEM Uncen, Paskalis Boma mengatakan, Indonesia tidak mampu dan gagal mensejahterakan OAP. Berbagai kasus pelanggaran HAM di Papua belum terungkap selama ini.

Hal yang sama dikatakan Ketua Germas PMKRI. Menurutnya, DPRP harus punya data jelas berapa jumlah OAP supaya tau. “Sejak integrasi Papua ke dalam NKRI, terjadi pembunuhan. Kami bukan separatis, kalau negara tidak mampu, kami keluar dari NKRI. Ini bulan sakral, bukan perayaan kemerdekaan NKRI, 17 Agustus tapi apa arti kemerdekaan itu,” katanya.

Menurutnya, sejak menjabat Boy Rafli menjabat Kapolda Papua, terjadi pembunuhan berentetan. “Kami minta DPRP bentuk pansus telusuri masalah HAM di Papua, Jangan hanya duduk digedung ini,” katanya.

Sementara Kepala suku besar, suku Mee, Yulianus Gobai mengatakan, beberapa tahun lalu, kasus sama terjadi. “Sampai kapan ini terjadi Kami berdiri di hadapan gedung yang tidak pernah melaksanakan harkat dan martabat OAP,” kata Gobay.

Selain itu pernytaan siskap para pendemo yaitu  Kapolsek Tigi harus dicopot dari jabatannya dan Polsek Tigi serta anggota Brimob angkat kaki dari Deiyai, Bupati Deiyai dan pimpinan SKPD terkait harus segera mencabut izin usaha PT. Putra Dewa Paniai, PT.

Lalu Putra Dewa Paniai harus angkat kaki dari Deiyai dan wilayah Meepago, Kapolda Papua harus mengevaluasi kinerja aparat kepolisian di seluruh tanah Papua.

Pendemo ditemui Ketua DPRP, Yunus Wonda mengatakan negara memberikan senjata kepada aparat bukan untuk membunuh rakyat. “Pernyataan selalu ada dimana sikap DPRP? Kami tahu apa yang akan kami buat dan kami lakukan. Aspirai ini akan kami sampaikan ke semua fraksi untuk sikap politik dan dibahas dalam sidang,” kata Wonda.

Menurutnya, kondisi kini kian meyakinkan dunia internasional kalau ada masalah di Papua, masalah pelanggaran HAM. “Tidak perlu buat surat karena akan berhenti di tengah jalan. Aspirasi yang disampaikan kepada kami, kami akan menyurat resmi kapada Kapolda dan semua instansi di tanah itu,” ujarnya. [Cholid]

 

Check Also

70 Atlet Ikut Lomba Body Contes dan Binaraga Piala Bupati Jayapura Cup I

SENTANI,– Sedikitnya 70 atlet binaraga dari 7 Kabupaten dan 1 kota di Papua mengikuti lomba ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *