HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Kapolda Papua Meminta Maaf Atas insiden Yang Terjadi di Kampung Oinebo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai Papua
Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar/Aka

Kapolda Papua Meminta Maaf Atas insiden Yang Terjadi di Kampung Oinebo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai Papua

SENTANI,-Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menyatakan permintaan maafnya kepada keluarga korban penembakan yang terjadi di Kampung Oinebo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, pada Selasa (1/8) lalu.

“Polda Papua menyampaikan permohonan maaf atas insiden yang terjadi di Kampung Oinebo, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, khusunya kepada keluarga masyarakat yang terkena tembakan oleh petugas,”kata Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Jumat (4/8) pagi.

Dikatakan, saat ini pihaknya telah mengirim tim investigasi untuk melakukan penyelidikan. Tim investigasi tersebut terdiri dari Propam Polda Papua, Komandan Brimob, unsur Reskrim, dan Komnas HAM Papua.

“Jadi nanti kita lihat prosedur yang dilakukan dalam penanganan aksi masyarakat yang dinilai anarkis dan juga kita akan melihat fakta-fakta sebelumnya seperti apa, serta sebab-sebab petugas kita lakukan penindakan,” jelasnya.

Lanjut Kapolda, pihaknya juga akan melihat ketentuan-ketentuan hukum yang digunakan oleh anggota Polri dalam penindakan, apakah sudah sesuai dengan Perkab Nomor 1 Tahun 2010 atau belum.

“Perkab Nomor 1 Tahun 2010 itu selalu kita latihkan kepada anggota kita. Nah kita ingin melihat apakah tindakan tindakan ini sudah sesuai di lapangan atau belum. Selain itu kita akan padukan juga dengan fakta-fakta dari Komnas HAM dan sinkronkan untuk menarik kesimpulan, apa yang terjadi sebenarnya terjadi. Karena saat ini masih simpang siur,”ungkapnya.

Diungkapkan, kita sudah menerima laporan-laporan dari satuan kewilayahan, itulah yang beredar di masyarakat, tapi fakta rill dilapangan kita harus menunggu tim ini (tim investigasi-red) bekerja maksimal dalam 3 atau 4 hari ini sudah bisa kita dapatkan.“Jadi mari kita berikan mereka waktu tim pencari fakta untuk mencari fakta secara objektif, sehingga kesimpulan yang diambil berdasarkan kebenaran,”sambungnya.

Kapolda menambahkan, untuk saat ini pihaknya sudah memeriksa sejumlah saksi di lapangan untuk mengambil kesimpulan. “ Sudah ada tujuh anggota Polri yang diperiksa, untuk masyarakat kita juga akan panggil satu-persatu, jadi kita minta masyarakat kooperatif, terbuka untuk memudahkan tim investigasi mendapatkan informasi yang akurat dan terpercaya,” tuturnya.

Disinggung soal peluru yang digunakan apakah peluru tajam atau peluru karet? Kapolda menyampaikan masih dalam tahap pemeriksaan. “Jadi petugas itu memilki 2 peluru, yakni peluru karet dan peluru tajam, yang terpenting adalah legalitas penggunaan, legalitasnya sah atau tidak? Dapat dipertanggungjawabkan atau tidak? Masalahnya sekarang adalah secara legal aspek penggunaannya benar atau tidak? Itu yang harus diaudit,” pungkasnya. [Aka]

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *