HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Kapolda Papua Jenguk Korban Insiden Penembakan Deiyai
Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar didampingi Wakil Gubernur, Klemen Tinal saat menjenguk korban penembakan Deiyai di RSUD Dok II Jayapura, Jumat (4/8)/Riri

Kapolda Papua Jenguk Korban Insiden Penembakan Deiyai

JAYAPURA, – Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar menjenguk dua korban luka insiden penembakan Deyai di RSUD Dok II Jayapura, Jumat (4/8) siang.

Dalam kunjungannya itu, Kapolda didampingi Wakil Gubernur, Klemen Tinal, Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Herman Asaribab, Ketua FKUB Papua, Pdt Lipiyus Biniluk, serta Bupati Merauke. Kedua korban insiden penembakan Deyai yang dievakuasi ke Jayapura, Jumat pagi tadi adalah Yohanes Pakage dan Delian Pekey. Keduanya terpaksa dievakuasi ke Jayapura, guna memperoleh tindakan medis lebih lanjut. Sedangkan seorang korban lainnya masih dirawat di RS Daerah Nabire.

Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar kepada pers mengatakan, kunjungannya ini untuk memberikan penguatan kepada para korban sekaligus untuk menyampaikan langsung permohonan maaf atas insiden penembakan yang dilakukan oleh anak buahnya.

Dia juga meminta para dokter segera mengambil tindakan medis bagi para korban. “Kita minta tim dokter segera lakukan tindakan medis, sebab tentunya lebih cepat, lebih baik. Terutama tindakan medis terhadap korban yang mengalami luka di bagian kaki kanan,” pintanya

Kapolda menduga, korban yang terluka di kaki akibat terkena tembakan. “Dugaan saya itu luka akibat tertembak karena bisa menyebabkan kerusakan pada otot dan juga tulang. Mudah mudahan bisa segera ditangani, lukanya dibersihkan sehingga  tidak menyebangkan infeksi,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSUD Dok II Jayapura, Drg. Josef Rinta menjelaskan, kedua pasien mengalami luka di bagian kaki. Satu diantaranya terpaksa harus segera diambil tindakan operasi

“Dari kedua pasien, satu diantaranya terkena luka tembak di kaki dan sudah dikeluarkan proyektilnya. Namun perlu diambil tindakan lebih lanjut yakni dengan melakukan rontgen dan pembersihan, sehingga betul betul tidak terjadi infeksi. Jadi kita harus observasi, ambil  rontgen dan rencananya besok kita ambil tindakan pembedahan,” jelasnya.

Ditanya soal kondisi kedua korban, Josef mengaku sejauh ini keduanya masih dalam kondisi stabil. “Ini sudah ditangani sejak kita tingga melanjutkan observasi,” katanya seraya menambahkan, untuk biaya pengobatan keduanya, sepenuhnya ditanggung oleh Pemprov melalui Kartu Papua Sehat (KPS).

Seperti diwartakan sebelumnya, terjadi bentrok antara aparat kepolisian dengan warga di area Camp PT. Putra Dewa Paniai yang tengah mengerjakan proyek jembatan Oneibo di kampung Bomou, Distrik Tigi, kabupaten Deiyai-Papua, Selasa (1/7) lalu. Akibat peristiwa ini, 9 orang warga tertembak, satu diantaranya meninggal dunia atas nama Yulianus Pigay. Sedangkan dari aparat keamanan sedikitnya 11 orang terluka. [Riri]

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *