HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Jumlah TPS Untuk PSU Kabupaten Jayapura Terancam Bertambah
Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy bersama tiga anggota komisioner KPU Provinsi, memimpin jalannya pencermatan ulang terhadap form C1 dan SK anggota KPPS di 40 TPS yang berlangsung di Sentani, Senin (7/8)/Aka

Jumlah TPS Untuk PSU Kabupaten Jayapura Terancam Bertambah

SENTANI,- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua sebagai penyelenggara PSU di Kabupaten Jayapura, Senin siang melaksanakan pencermatan ulang terhadap form C1 dan SK anggota KPPS di 40 TPS yang berada di dua distrik, yakni Distrik Namblong sebanyak 11 TPS dan Distrik Kaureh sebanyak 29 TPS.

Kegiatan pencermatan ulang form C1 dan SK anggota KPPS di 40 TPS tersebut dihadiri Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy bersama tiga anggota komisioner KPU Provinsi, Ketua Bawaslu Provinsi Papua, Fegie Watimena, Kapolres Jayapura, AKBP Gustav Urbinas, dan kelima pasangan calon bupati dan wakil bupati kabupaten jayapura beserta tim suksesnya.

Pelaksanaan pencermatan tersebut sempat menuai pro dan kontra dari kelima pasangan calon bupati. Namun KPU Provinsi sebagai pelaksana tetap melaksanakan pencermatan ulang terhadap form C1 dan SK anggota KPPS di 40 TPS yang berada di Distrik Namblong dan Distrik Kaureh.

Dalam pelaksanaan pencermatan ulang tersebut, ditemukan sejumlah kejanggalan atau kesalahan, yakni terjadi pergantian nama petugas KPPS sehingga tidak sesuai dengan SK yang sudah dikeluarkan oleh PPS, tidak ada tanda tangan dari petugas KPPS, adanya tandatangan doble dalam surat C1 dan banyak surat C1 yang tidak diisi oleh petugas KPPS.

Usai pencermatan, Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy, mengatakan, dengan adanya temuan kesalahan atau pelanggaran dalam pencermatan tersebut, maka pihaknya akan membuat rangkuman  yang hasilnya akan diserahkan ke KPU RI untuk mengeluarkan keputusan.

“Hasil rangkuman ini akan kita serahkan ke KPU RI dan kita harapkan segera keluar apakah akan ada penambahan jumlah TPS dala PSU atau tidak? Karena dari hasil pencermatan ini kalau ada TPS bermasalah maka sudah pasti diulang atau diikutkan dalam PSU dengan 229 TPS yang sudah ada,” ungkapnya.

Disinggung soal adanya pasangan calon yang menolak hasil pencermatan yang dilakukan oleh KPU, Adam menjelaskan bahwa penolakan itu silakan disampaikan, karena itu adalah bagian dari pasangan calon. “Ya penolakan itukan perlu, silahkan dimasukan dalam nota keberatan mereka, nanti kita akan sampaikan juga bahwa hasil pencermatan ada sekian TPS bermasalah, tapi ada juga keberatan dari pasangan calon, nah itu akan diserahkan dan keputusan ada ditangan KPU RI,” pungkasnya. [Aka]

Check Also

Bawaslu Papua Diminta Telusuri Dugaan Ijazah Palsu oleh Salah Satu Cawabup Puncak

SENTANI,– Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) wilayah Lapago, Paus Kogoya meminta Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *