HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Jokowi: Akan Ada Perubahan Peta Politik dan Ekonomi

Jokowi: Akan Ada Perubahan Peta Politik dan Ekonomi

WARTAPLUS – Disela-sela acara peresmian pembukaan Pasanggiri Nasional serta Kejurnas Tingkat Remaja Perguruan Persinas ASAD, Presiden Joko Widodo mengatakan akan ada perubahan peta politik dan ekonomi.

“Saya perkirakan dalam lima, sepuluh tahun yang akan datang akan ada sebuah lansekap politik dan lanasekap ekonomi yang berubah,” ucap Jokowi disela peresmian yang digelar di Pondok Pesantren Minhaajurrosyidiin, Jakarta Timur, Selasa (8/8/2017).

Menurut Jokowi, perubahan peta politik dan ekonomi tersebut merupakan dampak dari era digitalisasi.

“Terutama anak-anak muda kita, remaja-remaja kita. Banyak yang nantinya sudah tidak baca koran, lihat TV lagi, semuanya hanya pegang satu benda yang namanya smartphone, handphone, gadget, gawai,” ucap Jokowi.

Menurut Jokowi, semua informasi bisa dengan cepat diserap hanya melalui gawai.

Sehingga, lanjut Jokowi, lambat laun media konvensional seperti surat kabar, televisi dan lainnya akan tenggelam.

“Mau lihat TV di situ (gawai). Lihat Netflix, video. Mau lihat berita, bukan baca koran tapi lihat berita online di situ,” kata Jokowi.

Pergeseran tersebut, kata Jokowi, adalah perubahan yang perlu diwaspadai.

Jangan sampai generasi muda dengan mudah diintervensi oleh peradaban barat yang dapat menggerus karakter budaya Indonesia.

“Budi pekerti, budi luhur kita, kesopanan kita, kesantunan kita inilah kekuatan negara kita Indonesia, nilai Keislaman, Keindonesiaan kita yang ini dikagumi negara lain,” kata Jokowi.

[Tribunnews]

Check Also

Enggar Paparkan Alasan Impor Beras, Tiga Bulan Operasi Pasar Tetapi Harga Ogah Turun

Wartaplus. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartisto Lukita, buka-bukaan dibalik alasan pemerintah melakukan impor beras. Menurutnya, kebijakan itu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *