HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Ekonomi » Jelang Reshuffle Jilid III, Jokowi Tegur Rini Soemarno Soal Komponen Dalam Negeri
Presiden Jokowi berjalan pagi mengelilingi taman Istana sambil berdikusi dengan Rini Mariani Soemarno Soewandi, kemarin pagi, 21/10. Foto; Agus Wahyudi / JAWA POS

Jelang Reshuffle Jilid III, Jokowi Tegur Rini Soemarno Soal Komponen Dalam Negeri

Wartaplus. Jelang isu reshuffle jilid III, Presiden Jokowi menegur Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Jokowi melihat, banyaknya perusahaan pelat merah besar yang belum menjalankan kebijakannya tentang Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Padahal, TDKN merupakan pondasi bagi industri nasional agar semakin kuat, tangguh, dan kompetitif.

Hal itu dikatakan Jokowi saat Rapat Terbatas (Ratas) tentang Evaluasi Implementasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), di Kantornya.

Turut hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Perekonomian Darmin Nasution, Menko PMK Puan Maharani, Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan, Dirut PLN Sofyan Basir, Dirut Pertamina Elia Massa Manik, dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

“Saya lihat baik di kementerian, maupun di BUMN atau di lembaga banyak yang belum menjalankan dengan baik,” kata Jokowi.

Namun sayangnya, Jokowi tidak menyebutkan nama perusahaan-perusahaan yang tidak menjalankan TDKN dengan baik. Jokowi hanya meminta agar mereka bisa melaksanakan kebijakan yang telah disepakati tahun lalu.

Karena itu, Bekas Gubernur DKI Jakarta itu menginstruksikan kepada BUMN agar mengimplementasikan TDKN sebagai kebijakan strategis secara konsisten, bukan sekedar kebijakan teknis administratif yang diperlukan sebagai pelengkap syarat dalam proses pengadaan barang dan jasa.

“Itu harus dilakukan baik di kementerian maupun di BUMN atau di lembaga lainnya. Ini tolong digarisbawahi,” tegas Jokowi.

Menurut Jokowi, bila TDKN dijalankan dengan konsisten, industri nasional bisa meningkat, serta membuka lapangan pekerjaan yang lebih luas di dalam negeri. TKDN bukan hanya penting untuk mengurangi ketergantungan pada produk-produk impor, tapi bisa juga mendorong masuknya investasi di sektor industri subtitusi impor.

“Kalau semua menjalankan kebiajakan tersebut, dapat membantu menggerakkan roda perekonomian nasional kita,” tegas Presiden.

Jokowi meyakini, bila produk-produk yang dihasilkan industri nasional terus  diperkuat, didampingi, dan difasilitasi, akan mampu bersaing dengan produk-produk impor, baik dari sisi harga maupun dari sisi kualitas.

“Saya harap bahwa ini menjadi pondasi bagi kita untuk mempunyai industri nasional yang semakin kuat, tangguh, dan kompetitif,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik mengklaim, sudah menerapkan kebijakan TKDN dalam menjalankan berbagai proyeknya. Menurutnya, penggunaan TKDN paling banyak dikegiatan hulu yang saat ini sudah mencapai 70 persen dan sisanya masih didapatkan dari impor.

“TKDN di hulu seperti rig services di pengeboran yang menggunakan PDSI (Pertamina Drilling Services Indonesia) untuk perawatan sumur,” tuturnya.

Menurutnya, ada sebagian komponen yang tidak bisa didapat dari produsen dalam negeri seperti alat teknologi tinggi dalam pengeboran lepas pantai.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir menuturkan, untuk pembangunan transmisi listrik sudah menggunakan TKDN hingga 80 persen, dimana yang belum terpenuhinya yaitu teknologi boiler. “Teknologi belum mampu, kita cari yang polusi rendah,” kata Sofyan Basyir di tempat yang sama. RM

Check Also

Jelang Pilkada, PPATK: Bank Daerah Rawan Disalahgunakan

Wartaplus. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mewanti-wanti bangkir untuk lebih ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *