HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » ENTERTAINMENTPLUS » Jawab Tudingan La Nyalla, Fadli Zon: Prabowo Tak Seperti Itu Lah

Jawab Tudingan La Nyalla, Fadli Zon: Prabowo Tak Seperti Itu Lah

Wartaplus. Gagal maju di Pilgub Jatim 2018, La Nyalla Mattalitti menyerang Prabowo Subianto. Ketum Gerindra itu, dituding La Nyalla memungut mahar miliaran rupiah untuk mengusungnya maju sebagai cagub Jatim.

La Nyalla menumpahkan unek-uneknya dalam konferensi pers di Restoran Mbok Berek, Tebet, kemarin. Eks Ketum PSSI itu menuturkan, permintaan itu dikemukakan Prabowo saat dia diundang menghadiri pengumuman Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu sebagai cagub-cawagub yang diusung Gerindra di Pilgub Jabar 2018 di kediamannya, Hambalang, pada 9 Desember tahun lalu.

Saat itu La Nyalla dipanggil ke dalam ruang kerja Prabowo. Selain Prabowo, di situ ada dua ajudannya, Sugiono dan Prasetyo. Prabowo menanyakan kesiapannya maju dalam Pilgub Jatim. Tentu saja, La Nyalla menyatakan siap. Prabowo kemudian mengajukan 2 syarat. Pertama mencari mitra koalisi. Sementara yang kedua, dia diminta untuk menyiapkan kelengkapan pemenangan.

Nah, salah satu kelengkapan ini adalah menyetor uang pada Prabowo sebesar Rp40 miliar. Uang itu katanya untuk membayar saksi pada Pilkada. Padahal menurut hitung-hitungan La Nyalla, jumlah yang dibutuhkan untuk membayar saksi hanya Rp2,8 miliar. Dengan asumsi, Rp200 ribu per orang di 68 ribu TPS. Satu TPS, dua saksi. “Tapi yang diminta itu Rp40 miliar dan harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember, kalau tidak bisa, saya tidak akan direkomendasi,” ujar La Nyalla.

La Nyalla mengklaim sudah menyiapkan uang Rp300 miliar. Namun, dia ingin uang dibayar setelah rekomendasi selesai dan dia resmi didaftarkan ke KPU. “Saya tidak mau di depan, saya maunya di belakang. Saya mau urusan saya semuanya selesai dulu, baru disuruh bayar saya bayar,” tuturnya.

La Nyalla mengantongi surat mandat yang berlaku 10 hari hingga Rabu (20/12) malam. Dalam surat nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017 itu dijelaskan bahwa nama La Nyalla sebagai cagub Jatim sedang diproses oleh DPP Partai Gerindra. Namun karena ngotot tak mau bayar di depan, dia mengembalikan surat mandat itu pada tanggal 20 Desember. La Nyalla mengaku tak punya bukti soal permintaan mahar ini. Namun dia berani bersumpah. “Saya berani sumpah pocong,” tegasnya.

Menurutnya, permintaan mahar oleh Prabowo ini bukan yang pertama. Jauh sebelum Desember 2017, La Nyalla sudah meminta izin kepada Prabowo untuk maju dalam Pilgub Jatim. “Prabowo sempat ngomong, ‘siapkan kamu sanggup 200 miliar?’ 500 saya siapkan, kata saya karena di belakang saya banyak didukung pengusaha-pengusaha muslim, termasuk alumni 212,” tegasnya.

La Nyalla pun mengaku kecewa. Dia merasa perjuangannya selama ini untuk Gerindra sia-sia. “Saya sudah berjuang habis-habisan di 2009, 2014. Sampai kemarin pun saya masih kibarkan bendera Prabowo Subianto dan bendera Gerindra di Jawa Timur,” tegasnya.

Tidak hanya Prabowo, Ketua DPD Gerindra Jatim Soepriyatno juga disebut memalak Rp170 miliar. Namun La Nyalla menolak. “Lebih baik bangun masjid saya bilang. Biar yang mengganjal ini tanggung jawab,” ujarnya.

Bendahara La Nyalla, Tubagus Daniel Hidayat memperkuat cerita soal mahar politik permintaan Prabowo. Dia mengaku memiliki bukti pernah menyetor uang sebesar Rp5,9 miliar kepada seseorang bernama Fauka yang mengaku “orang Hambalang”. “Saya ini ada 13 rekaman foto uang sampai ke rumahnya oknum F (Fauka). Ada semua. Percakapan dari oknum F ini selalu saya rekam,” ungkap Daniel.

Nyanyian La Nyalla ini ramai-ramai dibantah kader Gerindra. Waketum Gerindra Fadli Zon meyakinkan, Prabowo tak pernah meminta uang sebesar Rp40 miliar kepada La Nyalla. “Prabowo tak seperti itulah,” tegasnya. Yang ada, Prabowo hanya menanyakan kesiapan finasial La Nyalla untuk maju sebagai cagub Jatim dari Gerindra. Menurut dia, hal itu wajar sebab setiap pilkada membutuhkan logistik untuk menggerakkan mesin politik.

Lagipula, dananya tentu bukan dana La Nyalla sendiri. Tetapi, dana bersama yang diperoleh secara gotong royong melalui jaringan yang dimilikinya. “Kan belum tentu dananya dia, baik itu penggalangannya, baik dalam bentuk dana yang murni maupun individu. Jadi bukan untuk Pak Prabowo, bukan untuk Gerindra, tapi lebih kepada kesiapan yang bersangkutan,” tuturnya.

Bantahan juga dilontarkan Waketum Gerindra Ferry Juliantono. Menurutnya, La Nyalla gagal mengumpulkan dukungan dari partai lain agar persyaratan maju di Pilgub Jatim dapat terpenuhi. Karena itu mereka akhirnya memutuskan untuk mengusung Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno.

“Kami sebenarnya sudah berusaha mencoba membangun poros baru namun tidak berhasil. Kondisi ini terus terang membuat Pak Prabowo dan Partai Gerindra akhirnya memutuskan mendukung pasangan Saifulah Yusuf dan Puti,” ujarnya.

Soal dana yang diminta Prabowo kepada La Nyalla, diyakini Ferry bukanlah pemerasan. “Ya nggaklah. Mungkin sebenarnya adalah kesiapan dari seorang kandidat karena memang sangat besar dari kebutuhan kampanye sampai dengan saksi. Jadi bukan mahar pasti,” tegasnya. RM

Check Also

Kasus Mahar Politik. Kalau Nyalla Dapat Tiket, Ceritanya Pasti Tak Begini

Wartaplus. Kasus mahar politik yang terjadi antara La Nyalla Mattalitti dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *