HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Hukum » Jaksa Agung, Ngaca Dulu Sebelum Bicara!

Jaksa Agung, Ngaca Dulu Sebelum Bicara!

Wartaplus. Disuruh mereformasi lembaganya lantaran banyak jaksanya yang tertangkap KPK, Jaksa Agung M Prasetyo malah minta balik komisi antirasuah melakukan reformasi internal. Sejumlah pengamat pun meminta Jaksa Agung ngaca sebelum melontarkan pernyataan seperti ini.

Hal ini dikemukakan Jaksa Agung saat dimintai tanggapan wartawan soal permintaan Ketua KPK Agus Rahardjo agar korps Adhyaksa itu berbenah diri setelah beberapa jaksanya diciduk KPK.

Ditanya begitu, Prasetyo agak sewot. “Yang bilang begitu siapa, kamu yang bilang begitu,” hardik Prasetyo di Kejagung, kemarin.

Setelah dijelaskan, Prasetyo malah meminta KPK juga melakukan reformasi di tubuh komisinya. “Ya, dia (KPK) juga mereformasi juga, sama-sama mereformasi. Bukan hanya kejaksaan, KPK juga mereformasi ya,” selorohnya.

Untuk diketahui, Agus Rahardjo mengatakan Jaksa Agung perlu melakukan perbaikan di lembaga yang dipimpinnya. Hal itu disampaikan oleh Agus di Kantor Kemendikbud pada Kamis (3/8) lalu. Ucapan Agus dilontarkan setelah ada jaksa di Pamekasan, Jawa Timur, yang tertangkap tangan menerima suap.

Prasetyo mengklaim, Kejaksaan terus melakukan reformasi. Hal itu, kata dia, bisa dilihat dari hasil penilaian Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, kejaksaan mendapat nilai positif. “Tanya ke Menteri PAN RB, kita sudah melakukan reformasi. Dan dari penilaian mereka, kita dapat nilai positif,” ujarnya.
Prasetyo, seperti yang sudah-sudah, meminta jaksa tidak digeneralisasi lantaran ada satu dua oknumnya yang tertangkap. “Tapi karena sekian banyak manusia kan seperti kalian harus paham. Ini atas kerjaan dari oknum yang tidak harus digeneralisir,” tegasnya.

“Jadi semua harus mereformasi diri, bukan hanya kejaksaan, tapi semuanya, termasuk KPK sendiri,” tandasnya.

Pengamat Hukum Pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menyatakan, seharusnya Jaksa Agung tidak melontarkan pernyataan seperti itu. Nyatanya, pada masa kepemimpinan Prasetyo, sudah lima jaksa di-OTT KPK. Kelimanya adalah Rudi Indra Prasetya (Kajari Pamekasan), Fahri Nurmalo (Kejati Jawa Tengah), Devianti Rohaini (Kejati Jawa Barat), Farizal (Kejati Sumatera Barat), dan Parlin Purba (Kejati Bengkulu). “Berkaca dahulu. Lebih baik urusi internalnya dulu, evaluasi,” ujarnya kepada Rakyat Merdeka.

Fickar mengingatkan, harus ada kerjasama antar lembaga penegak hukum, khususnya di bidang pemberantasan korupsi. Kerjasama ini dalam konteks partnership yang kritis,  tidak kolutif. “Ini yang disebut berkoalisi,” ujar Fickar. Tetapi, lanjutnya, jika tidak bisa, maka dalam tugas masing-masing, lembaga-lembaga ini bisa bersinergi. Nah, jika tidak bisa juga, maka berlomba-lombalah bekerja sebaik mungkin. “Dalam agama disebut Fastabiqul Khaerot, maka masyarakat akan melihat lembaga mana yang benar benar serius bekerja seperti KPK,” tandasnya.

Senada, Peneliti Pukat UGM, Fariz Fachriyan menyatakan, seharusnya Jaksa Agung tidak “berkonflik” dengan KPK. Lebih baik, mengevaluasi lembaganya. “Jika konflik mencuat kepublik tentu akan banyak energi yang terbuang,” ujarnya kepada RM, semalam.

Dia mengingatkan, KPK tidak akan bisa seperti sekarang tanpa bantuan jaksa. Dan sebaliknya, kejaksaan tidak akan bisa melakukan reformasi birokrasi tanpa ada bantuan KPK. “Ini penting untuk masing-masing pihak untuk menahan diri menghindari konflik,” tuturnya seraya menyatakan, koruptorlah yang akan diuntungkan dari konflik itu. RM

Check Also

Farhat Abbas Laporkan Nikita Mirzani ke Polisi

WARTAPLUS – Farhat Abbas kembali mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Januari 2018. Kedatangan Farhat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *