HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » Insiden Penembakan Pomako, Pangdam Cenderawasih Minta Maaf ke Keluarga Korban
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI George Elnadus Supit /Pendam

Insiden Penembakan Pomako, Pangdam Cenderawasih Minta Maaf ke Keluarga Korban

JAYAPURA, – Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI George Elnadus Supit menyampaikan permintaan maaf sebesar besarnya kepada keluarga korban atas insiden penembakan yang diduga dilakukan oleh anggotanya saat terjadi bentrok antar dua kelompok nelayan di Pelabuhan Nusantara Pomako, Kabupaten Mimika, Rabu (9/8).

Permintaan maaf ini disampaikan Pangdam dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi wartaplus.com, Sabtu (12/8).

“Selaku pribadi dan atas nama Institusi TNI khususnya Kodam XVII/Cenderawasih, saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat terutama kepada keluarga atas insiden Penembakan di pelabuhan Pomako Timika yang bermula dari bentrok antar kelompok masyarakat nelayan pada tgl 9 Agustus 2017. Dimana mengakibatkan jatuhnya korban masyarakat meninggal dunia dan luka yang diduga karena terkena tembakan prajurit TNI,” ucap Pangdam Supit.

Dikatakan, untuk menindaklanjuti kasus ini , pihaknya telah membentuk Tim investigasi, penyidikan dan proses hukum terhadap prajurit yang diduga sebagai pelaku.

“Sebaliknya saya juga mengimbau kepada seluruh komponen Masyarakat bahwa Negara kita adalah Negara hukum, mari kita mengedepankan Hukum positif dalam setiap penyelesaian persoalan masyarakat, agar setiap gesekan-gesekan yang terjadi di Masyarakat hendaknya diselesaikan secara musyawarah mufakat sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia dengan semangat gotong royong yang didasari oleh Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI,” imbaunya

Jangan Terprovokasi

Pangdam Supit juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan issu-issu yang sengaja dihembuskan oleh kelompok-kelompok tertentu yang dapat mengakibatkan disintegrasi bangsa.

“Mari bersama-sama mengesampingkan perbedaan kita pupuk semangat persatuan dan kesatuan. Hidup berdampingan dalam suasana damai dan kekeluargaan tanpa melihat perbedaan suku, agama, ras dan antar golongan,” tegas Pangdam.

Selain menyampikan permintaan maaf, Pangdam juga telah memerintahkan Komandan Korem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan untuk mengunjungi kediaman Almarhum Theodorus Cakakem di Kampung Asmat Pomako dan disambut keluarga korban dan tokoh masyarakat Asmat.

Pada kesempatan tersebut, Asep menyampaikan bahwa dirinya datang dari Merauke ke Timika untuk menyampaikan rasa belasungkawa yang sangat mendalam mewakili institusi TNI AD. “ Kejadian ini tidak kita inginkan bersama dan ada anggota TNI juga yang menjadi korban dalam kejadian tersebut,” jelasnya. Danrem berharap pihak keluarga korban dapat berbesar hati dan secara bersama mengajak mendinginkan suasana jangan sampai ada pihak –pihak tertentu yang memanfaatkan situasi untuk kepentingan lain.

Dua Anggota Terluka

Sementara itu, akibat kerusuhan ini, Dua orang Prajurit TNI terluka atas nama Serka Yusuf luka bacok di kepala saat bergumul dan dikeroyok massa sehingga terpaksa mengeluarkan tembakan dan Kopda Andi yang bernasib lebih buruk dari yang dialami oleh atasannya.Kopda Andi menderita luka bacok di kepala, luka sabet di lengan dan luka di punggung akibat tusukan tombak. Menurut Diagnosa dokter yang merawat di RSUD Timika Kopda Andi berpotensi mengalami cacat seumur hidup lumpuh total karena akibat luka tusuk di punggung telah merusak beberapa saraf tertentu hingga saat ini kedua kakinya tidak bisa digerakkan. Untuk mendapat perawatan lebih lanjut Kopda Andi kemaren Jumat (11/8 ) dievakuasi ke Surabaya untuk mendapatkan perawatan yang lebih memadai.

Pangdam juga memohon do’a dari seluruh masyarakat agar kedua prajurit yang terluka dalam insiden tersebut segera diberi kesembuhan agar dapat kembali mengabdi kepada Bangsa dan Negara.[Riri]

Check Also

Kematian Anak Anak di Papua Mesti Diseriusi Semua Pihak

JAYAPURA,-Kita baru saja dikagetkan dengan berita kematian 61 anak Papua di kabupaten Asmat. Mereka meninggal ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *