HEADLINE : Gara-Gara Status di Facebook Sekelompok Oknum Polisi Gebuk Wartawan Online di Timika - Ketua Umum Persipura: Yunior Buat Sejarah, Papua Gudangnya Sepakbola - Dewan Pers Sambangi Kantor Redaksi Wartaplus.com Lakukan Verifikasi - Bendera Bintang Kejora Berkibar di Banti Tembagapura - Sungguh Bejat, Kelompok Kriminal Bersenjata Perkosa Ibu Rumah Tangga di Tembagapura - Polda Papua Belum Terima Laporan Dugaan Korupsi KPU Intan Jaya ,
Rabu , 22 November 2017
Breaking News
Home » Ekonomi » Impor Alat Test Event AG, Inasgoc Butuh Kebijakan Khusus
Listyanto

Impor Alat Test Event AG, Inasgoc Butuh Kebijakan Khusus

Wartaplus. Koordinator Pengadaan Panitia penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) Listyanto yakin  pengadaan alat untuk uji coba atau test event Asian Games pada Februari 2018 bisa tersedia tepat waktu. Syaratnya, harus ada kebijakan khusus.

Sebab, waktu yang ditentukan sangat mepet. Akan tetapi proses pengadaan peralatan sudah berjalan sesuai dengan aturan. Hal itu termasuk pengecualian dari Perpres 54 Tahun 2010 tentang pengadaan barang dan jasa pemerintah.

“Kami akui memang sangat mepet pengadaan barangnya, tapi kami optimistis bisa tepat waktu dengan catatan tidak ada lagi perubahan-perubahan termasuk pergeseran waktu dari tahapan yang sudah ada,” katanya.

Ada 10 cabang olahraga direkomendasikan Dewan Olimpiade Asia (OCA) untuk digelar pada ajang uji coba Asian Games pada Februari mendatang. Kesepuluh  cabang olahraga yang akan diuji coba itu adalah panahan, atletik, pencak silat, sepakbola, basket, bulutangkis, tinju, bola voli, dan angkat besi.

Listyanto mengatakan, semua cabang olahraga ini semuanya telah mengajukan kebutuhan termasuk peralatan. Test evet ini wajib dilaksanakan sesuai rencana untuk mencoba kesiapan Indonesia terutama dalam hal penyelenggaraan.

Salah satu cabang olahraga yang cukup besar kebutuhannya adalah atletik. Dana yang dibutuhkan untuk pengadaan peralatannya mencapai 1,5 juta Dolar AS.

Panitia pengadaan mengaku mengalami kendala dalam mendatangkan peralatan tersebut, karena harus diimpor. Makanya, Listyanto berharap ada kebijakan khusus agar peralatan yang dibutuhkan tersebut tiba di Indonesia tepat waktu atau sebelum tahun berganti.

“Jika pembuatan hingga pengapalan seperti biasa maka akan lintas tahun. Bagaimana menyikapinya? Ada kontrak yang tidak lazim. Belinya sampai gudang mereka saja. Kami selanjutnya akan mengirim tim untuk mengecek semuanya,” paparnya.

Terkait mekanisme pengadaan barang dan jasa untuk Asian Games 2018, petinggi TNI AL yang selama ini bertugas di Kementerian Pertahanan itu menjelaskan, banyak yang tetap menggunakan tender. Seperti yang baru saja dilaksanakan yaitu lelang kendaraan operasional.

Ada sedikit keistimewaan dalam sistem penunjukan untuk Asian Games 2018. Jika sebelumnya dibatasi untuk pengadaan dengan nilai di bawah Rp 200 juta, namun khusus untuk hajatan olahraga se Asia itu dinaikkan menjadi Rp 400 juta. RM

Check Also

Alfian Eko Prasetya d Melati Daeva Oktavianti

Hongkong Terbuka, Alfian Dan Melati Sukses Balaskan Dendam

Wartaplus. Pasangan ganda campuran, Alfian Eko Prasetya/Melati Daeva Oktavianti berhasil melewati hadangan pertamanya di babak kualifikasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *