HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Hukum » Ikut Main Proyek, Bekas Camat Saparua Dipenjara 5 Tahun

Ikut Main Proyek, Bekas Camat Saparua Dipenjara 5 Tahun

Mahkamah Agung menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada bekas Camat Saparua Kabupaten Maluku Tengah, Frederik Siahaya. Frederik dinyatakan terbukti melakukan korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM).

Humas Pengadilan Negeri Ambon, Herry Setyobudi mengatakan putusan tersebut sesuai dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Maluku. Namun, Herry mengatakan majelis hakim kasasi tidak mengabulkan tuntutan uang pengganti Rp1,7 miliar kepada terdakwa.

“MA hanya menghukum terdakwa membayar denda senilai Rp200 juta subsider enam bulan kurungan dan uang pengganti Rp47 juta subsider satu bulan kurungan,” kata Herry Setyobudi.

Sebelumnya, JPU Ingrid Louhenapessy menuntut Frederik dengan pidana penjara selama 5 tahun dan membayar denda Rp50 juta subsider enam bulan kurungan serta membayar uang pengganti Rp1,78 miliar.

“Harta benda terdakwa akan disita dan dilelang untuk menutupi kerugian keuangan negara, dan bila tidak mencukupi maka terdakwa akan menjalani hukuman tambahan berupa hukuman selama enam bulan kurungan,” kata Jaksa Ingrid.

Jaksa menilai terdakwa terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebabagimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001, juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dakwaan primer.

Sedangkan dakwaan subsidernya adalah Pasal 3 junto Pasal 12 huruf I UU 31/1999 sebagaimana diubah dengan UU 20 Tahun 2001 junto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Adapun yang memberatkan tuntutan terdakwa karena perbuatannya tidak membantu program pemerintah dalam memberantas korupsi. Sedangkan yang meringankan adalah terdakwa bersikap sopan dan jujur, sudah berkeluarga, dan belum pernah dihukum.

Namun, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Ambon hanya menjatuhkan pidana penjara selama 3 tahun kepada Frederik. Meski vonis lebih ringan dari tuntutan jaksa, terdakwa mengajukan banding.

Di tingkat banding, hukuman kepada terdakwa ternyata tidak berkurang. Justru bertambah 2 tahun menjadi 5 tahun sebagaimana tuntutan JPU. Mendapati hal tersebut, terdakwa kembali mengajukan kasasi.

Majelis kasasi pun akhirnya menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dan mengabulkan sebagian tuntuan jaksa soal besaran denda dari Rp100 juta menjadi Rp200 juta subsider 6 bulan penjara dan menetapkan besaran uang pengganti Rp42 juta.

Dalam kasus ini, Frederik melakukan penyelewengan anggaran tahun 2010 hingga 2012 dan mengatur tender proyek-proyek yang menggunakan dana PNPM Mandiri Perdesaan.

Ada empat proyek dalam tahun anggaran 2010. Kemudian tahun 2011 dan 2012 masing-masing dua proyek. Frederik mengatur tender agar CV Wisye Karya miliknya yang mengerjakan proyek pembangunan rumah pintar, pengadaan meja-kursi, pembangunan jalan rabat hingga talut penahan ombak di Negeri Itawaka, Kecamatan Saparua, Maluku Tengah.

Atas perbuatan tersebut, jaksa terdakwa Frederik melakukan korupsi proyek PNPM Mandiri serta penyalahgunaan anggaran operasional Kantor Camat Saparua tahun anggaran 2013 lebih dari Rp1 miliar. RM

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *