HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Heboh, Petugas Bandara Soekarno-Hatta Dipukuli Tentara

Heboh, Petugas Bandara Soekarno-Hatta Dipukuli Tentara

WARTAPLUS – Petugas keamanan bandara kembali menjadi korban kekerasan. Kali ini menimpa Nur Fauzi, petugas keamanan Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng, Tangerang, Banten, pada Minggu pagi, 30 Juli 2017. Fauzi bahkan sampai terluka dan bercak darah tampak di pakaian seragamnya.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi di Terminal F Bandara Soekarno-Hatta pada pukul 05.00 WIB akhir pekan lalu. Awalnya si pelaku, oknum TNI Angkatan Laut berinisial MH dan berpangkat sersan satu, hendak mengantarkan orang tua dan adik iparnya masuk Bandara yang akan terbang dengan pesawat Sriwijaya ke Jayapura, Papua.

Pelaku meminta izin untuk mengantarkan orang tua dan adiknya ke ruang tunggu. Seorang petugas menolak karena MH tak memiliki tiket, meski sekadar untuk masuk ke ruang tunggu. Petugas itu menyarankan MH melapor saja kepada petugas Penanggung Jawab Operasi Bandara dan kemudian diizinkan.

Sayangnya, saat sudah berada di loket pelaporan kehadiran calon penumpang, keluarga MH tak bisa check in karena terlambat dari jadwal yang ditentukan. MH lalu menemui kembali petugas, yaitu korban Fauzi, di security check point 1.

“Mungkin ada kesalahpahaman dan dianggap sebagai penyebab keterlambatan check in anggota keluarganya, sehingga terjadi pemukulan tersebut,” kata Sugeng Haryadi, Kepala Penanggung Jawab Operasi Bandara Soekarno-Hatta, ketika dikonfirmasi pada Senin, 31 Juli 2017.

Fauzi tak terima dengan tuduhan pelaku yang dianggap sebagai biang keterlambatan penerbangan keluarganya. Pelaku kemudian memukuli Fauzi hingga bibirnya berdarah. Korban sempat menangkis tinju pelaku sebelum dilerai oleh rekan-rekannya.

Pelaku lalu ditahan di Posko Aviation Security sampai tiba Komandan Peleton Marinir, Letnan Dua (Mar) Saefulah. Informasi terakhir, pelaku pemukulan telah diserahkan ke POM AL (Polisi Militer TNI Angkatan Laut),” kata Sugeng.

[VIVA]

Check Also

Babak Akhir Urusan Mahar, Nyalla Bersihkan Prabowo

Wartaplus. Untuk mengakhiri polemik yang semakin melebar soal mahar politik, La Nyalla Mattalitti memberikan klarifikasi kepada ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *