HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Ekonomi » Genjot Produksi Minyak ESDM Permudah Perizinan

Genjot Produksi Minyak ESDM Permudah Perizinan

 

Wartaplus. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan produksi minyak tahun ini capai 815 ribu barel per hari (bph). Jumlah itu sesuai dengan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP).

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Ego Syahrial mengatakan produksi minyak semester I mencapai 802 ribu bph. “Ya kurang sedikit lagi lah bisa capai target 2017,” kata Ego saat memberikan pemaparan di Kementerian ESDM, Jakarta, kemarin.

Sedangkan capaian gas bumi pada semester I 2017 sebanyak 1.13 juta barel setara minyak per hari (BPOD) dengan target pada akhir 2017 adalah 1.15 juta BOPD. Untuk mencapai target tersebut, pihaknya sudah menyiapkan beberapa upaya, diantaranya dengan menerapkan teknologi terkini dan tepat guna dalam produksi.

Selain itu juga memaksimalkan efisiensi waktu dalam pelaksanaan pengeboran. Kegiatan eksplorasi akan dipercepat serta penyelesaian proyek pengembangan lapangan. Fasilitas produksi akan terus dipelihara guna meningkatkan kehandalan dan meminimalisirkan unplanned shutdown.

Kemudian, kata dia, sektor perizinan juga akan lebih diperhatikan serta dipermudah seperti pembebasan lahan, izin administrasi dan sebagainya. 2016. Untuk menekan masalah perizinan, kata dia, pihaknya mengeluarkan revisi Peraturan Pemerintah No PP 79 tahun 2017. Memang dampaknya tidak bisa sekarang, tapi jangka panjang,” ujarnya.

“Kita harapkan nanti akhir tahun bisa di atas dan bisa sesuai target,” ujarnya.

Selain itu, ESDM juga mendorong Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk menambah investasi dalam kegiatan eksplorasi seperti pemboran dan workover.

Sebelumnya, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, cadangan minyak Indonesia diperkirakan berada di angka 3,6 miliar barel. Jika cadangan tersebut diproduksi 800 ribu barel per hari secara konstan, maka akan habis dalam 12 tahun ke depan.

Agar Indonesia bisa tetap memproduksi minyak setelah 12 tahun tersebut, Arcadra memiliki beberapa solusi. Untuk solusi jangka pendek adalah peningkatan teknologi. “Untuk jangka pendek harus tingkatkan teknologi. Misalnya under drilling, pemasangan atrificial lift, summer pulm, freking,” papar Arcadra .

Sedangkan, untuk solusi jangka menengah adalah menggunakan ‎teknik Enhance Oil Recovery (EOR). Teknik ini untuk mendorong produksi minyak lebih banyak. Sedangkan solusi jangka panjangnya adalah menggenjot kegiatan pencarian cadangan minyak baru. RM

Check Also

Ketua MK Kena 2 Kartu Kuning, Kalau Main Sepakbola Langsung Kartu Merah

Wartaplus. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali kena semprit Dewan Etik MK. Ini kali kedua ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *