HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Internasional » Gempa Di Sichuan, 13 Tewas, 100 Turis Terjebak

Gempa Di Sichuan, 13 Tewas, 100 Turis Terjebak

Wartaplus. China sedang berduka. Sebuah desa terpencil bernama Sichuan yang berada di China barat daya dilanda gempa berkekuatan 6,5 skala richter (SR), kemarin. Hingga kini, petugas menyatakan 13 orang tewas. Selain itu, diperkirakan ada ratusan turis terjebak di sekitar lokasi gempa.

Meski terpencil, Sichuan merupakan destinasi populer di dunia pariwisata. Berada di Taman Nasional China, daerah ini menyajikan wisata alam berupa lembah dengan air terjun nan indah. Setiap harinya desa Sichuan ramai dihampiri wisatawan domestik dan asing. Hingga akhirnya, gempa 6,5 SR menggoyang Sichuan.

Pusat gempa, tidak jauh dari tempat wisata Jiuzhaiguo. Akibatnya ratusan orang diduga masih terjebak di lokasi wisata dan belum bisa dievakuasi. Sementara, sudah ada 13 orang tewas. Enam di antaranya wisatawan. Menurut kantor berita pemerintah China, Xinhua, sebanyak 31.500 turis telah dievakuasi dari zona gempa. Seorang pria Prancis dan seorang wanita Kanada termasuk di antara 175 orang yang terluka akibat gempa ini.

Kisah pilu disampaikan dinas pemadam kebakaran Sichuan. Ketika bertugas, didapati sebuah hotel yang area resepsionisnya runtuh akibat gempa. Di hotel itu ada ribuan tamu. 2.800 orang dievakuasi dengan selamat dari hotel besar tersebut. Badan kegempaan Sichuan mengatakan pusat gempa berada di prefektur Ngawa yang sebagian besar dihuni oleh etnis Tibet. Banyak di antara mereka merupakan penggembala nomaden.

Daerah itu diguncang sejumlah gempa susulan, kemarin. Sejumlah gambar pada laman media sosial resmi pemerintah menunjukkan beberapa kerusakan di Jiuzhaigou, dengan bagian lantai gedung yang jatuh dari bangunan dan sejumlah orang berkumpul di luar bangunan. Pemerintah Sichuan mengatakan pada salah satu sosial media resminya saat ini lebih dari 38.000 wisatawan mengunjungi Jiuzhaigou.

Sichuan memang sering dilanda gempa. Mei 2008, gempa menewaskan hampir 70.000 orang. Mendapat informasi banyak turis terjebak longsor, Kementerian Luar Negeri Indonesia sudah bergerak. Mencari apakah ada WNI yang terkena bencana alam tersebut. Dirjen Perlindungan WNI Kemenlu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan sejauh ini belum ada informasi soal korban jiwa dari WNI seusai bencana alam itu.

Meski demikian, Iqbal mengatakan pihaknya masih akan mencoba menghubungi pihak terkait di China untuk memastikan ada tidaknya korban jiwa dari kejadian ini. Menurut statement Pemerintah Prefektur Aba, yang menjadi pusat gempa, ada 13 orang tewas, termasuk 6 turis dan 175 orang luka-luka akibat gempa ini. “Kita sedang coba menghubungi kontak kota di sekitar lokasi,” sebut Iqbal.

Menurut perkiraan awal bencana yang terjadi di area terpencil di Provinsi Sichuan, sekitar 130 ribu rumah diperkirakan rusak akibat gempa. Komunitas Palang Merah China menyatakan pihaknya telah mengerahkan spesialis penanganan darurat dan sukarelawan untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa.

“Gempa terjadi malam hari, jalur komunikasi dan listrik terganggu, tak diragukan lagi warga pasti merasa terkejut dan takut,” tutur Gwendolyn Pang, juru bicara Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah di China. “Perlu waktu untuk mengetahui tingkat kerusakan dan jumlah korban jiwa,” imbuhnya. RM

Check Also

Ketua MK Kena 2 Kartu Kuning, Kalau Main Sepakbola Langsung Kartu Merah

Wartaplus. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali kena semprit Dewan Etik MK. Ini kali kedua ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *