HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Dua Kelompok Nelayan di Timika Bentrok Satu Tewas Tertembak

Dua Kelompok Nelayan di Timika Bentrok Satu Tewas Tertembak

TIMIKA,-Dua kelompok Nelayan di Pelabuhan Nusantara Pomako Bentrok, Rabu (9/8). Akibat bentrokan itu, seorang nelayan bernama Theo Cakatem tewas terkena peluru tajam.

Dari informasi yang dihimpun, bentrok ini bermula saat Ketua RT 08 Pomako dan Ketua Nelayan mendatangi Polsek KP3 Laut untuk membicarakan masalah perijinan mencari ikan nelayan non pribumi yang disepakati oleh kepala kampung dan Dinas Perikanan Mimika.

Namun,  saat itu ada nelayan yang membuat keonaran, sehingga dibawa ke luar Polsek. Saat dibawa ke luar, nelayan tersebut dianiaya nelayan lainnya.  Mengetahui rekan nelayannya dianiaya,  nelayan pribumi kemudian menyerang nelayan non pribumi yang berada di Polsek, dan melakukan pengrusakan fasilitas umum termasuk kantor KP3L Pomako.

Meski aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan keudara. Namun massa tetap melakukan penyerangan kantor Polsek KP3 Pelabuhan Pomako. Akibatnya salah satu warga yang melakukan penyerangan tewas.

Dugaan sementara korban tewas karena luka tembak di bagian perut,  saat terjadi bentrok antar nelayan yang berujung penyerangan kantor Polsek pelabuhan.

Humas RSUD Mimika Luky Mahakena saat dikok nfirmasi menyebutkan, korban tiba di UGD diantar oleh pihak kepolisian sekitar pukul 16.00 WIT dan dinyatakan telah meninggal dunia oleh dokter jaga RSUD.

Theo mengalami luka di bagian perut tembus ke pinggang. Saat ini korban disemayamkan di kamar jenazah RSUD Mimika.

“Korban berusia 20 tahun. Kami masih menunggu surat permohonan dari Kapolres untuk melakukan visum dalam, supaya kita bisa menelusuri benda asing di tubuh korban yang nanti hasilnya kita serahkan ke pihak kepolsian,” ungkap Luky. Selain Theo Cakatem, ada dua korban lain yang belum diketahui identitasnya saat ini masih dirawat di UGD RSUD Mimika.

Kini sebanyak 103 nelayan lainya  sementara mengamankan diri  di halaman Kantor KP3L Pomako. Aparat TNI dan Polri melakukan penjagaan di kawasan Pelabuhan Pomako.

Sementara itu, akses jalan poros yang menghubungkan Pomako-Timika saat ini dipalang warga. Sejumlah warga tampak bersiap-siap untuk mengungsi ke Kota Timika untuk mengamankan diri.  Hingga berita ini diturunkan belum ada konfirmasi resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologis kejadian dan pihak yang bertanggung jawab atas tewasnya korban.[Tahir]

Check Also

Enggar Paparkan Alasan Impor Beras, Tiga Bulan Operasi Pasar Tetapi Harga Ogah Turun

Wartaplus. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartisto Lukita, buka-bukaan dibalik alasan pemerintah melakukan impor beras. Menurutnya, kebijakan itu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *