HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Hukum » Dituduh “Penipu Rakyat’, PDIP Polisikan Waketum Gerindra

Dituduh “Penipu Rakyat’, PDIP Polisikan Waketum Gerindra

 

Wartaplus. Hubungan PDIP dan Partai Gerindra kembali memanas. Penyebabnya adalah pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono yang menyebut Presiden Jokowi dan PDIP telah membohongi rakyat, sehingga wajar jika dianggap seperti Partai Komunis Indonesia (PKI).

Atas pernyataan tersebut membuat PDIP akan melakukan langkah hukum terhadap kader Gerindra. “Tim hukum kami mengkaji dan akan melakukan gugatan kepada yang bersangkutan. Dalam salah satu pernyataannya menyebut kami menipu rakyat,” kata Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di Galeri Nasional, Jakarta, kemarin.

Menurut Hasto, pernyataan Arief patut dipertanggungjawabkan, terlebih telah menyangkut nama Presiden Jokowi. Dia menyebut sikap Arief tidak berhati-hati dan menjaga kata-kata dengan baik.

“Dia (Arief) seharusnya bisa disiplin dalam bertindak dan juga berbicara. Janganlah menyampaikan pernyataan tanpa disadari bukti yang akurat, apalagi hanya karena kompetisi. Sebagai pelajaran kami sedang mengkaji dan menyiapkan gugatan,” jelas Hasto.

Hasto memastikan, selama ini PDIP dalam melakukan kegiatan politik selalu berlandaskan Pancasila. “Itu yang menuduh sembarangan,” tegasnya.

Arief Poyuono menyebut bahwa usulan Presiden Jokowi dan PDIP terkait ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) dalam Undang-Undang Pemilu sebagai bentuk penipuan terhadap rakyat, dengan merenggut hak konstitusi warga negara.

“Jokowi dan PDIP serta antek-anteknya membohongi masyarakat, dan kurang sampai otaknya tentang sebuah arti hak konstitusi warga negara dalam berdemokrasi. Jadi, wajar saja kalau PDIP sering disamakan dengan PKI. Habis sering buat lawak politik dan menipu rakyat,” ujar Arief, Senin kemarin (31/7).

Kemarin, Arief meminta maaf atas pernyataannya tersebut. Arief menuliskan permohonan maaf secara tertulis. Selain itu, dia membuat surat permohonan maaf yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000.

“Dengan ini saya mengklarifikasi bahwa saya tidak bermaksud mengatakan bahwa PDIP adalah PKI dan menipu rakyat,” demikian kutipan surat dan pernyataan Arief dalam keterangan tertulis.

Sementara itu, Organisasi sayap PDIP, Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) tidak terima atas pernyataan Arief. Waketum Gerindra bidang buruh dan ketenagakerjaan itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh Sekjen DPN Repdem Wanto Sugito dan Fajri Safii Ketua Bidang Hukum & HAM DPN Repdem serta didampingi Ketua DPD REPDEM DKI Fernando dan pimpinan DPC REPDEM se Jabotabek, Selasa 1 agustus 2017. RM

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *