HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Ekonomi » Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Pamerkan Hasil Produk Pelaku Usaha
Kabid UKM Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Susyanti Minarsih/Djarwo

Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Pamerkan Hasil Produk Pelaku Usaha

JAYAPURA,- Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindangkop) dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Jayapura turut meriahkan pameran pembangunan dengan memamerkan sejumlah hasil produk pelaku usaha lokal, yang digelar di Papua Trade Centre (PTC) Entrop, tanggal 11-14 Agustus.

“Dalam program ini kami tidak melombakan tapi kami mempromosikan hasil usaha mereka ditingkat lokal maupun nasional, dan ditingkat nasional sendiri kami selalu juara 2 di Batam dan di Medan. Untuk dilokal ini belum ada lomba tapi kita tetap tampilkan produk mereka ini meski tidak semuanya. Dan hasil usahanya semua kami bawa kesini,” ujar Susyanti Minarsih selaku Kabid UKM Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, kepada wartawan, Sabtu (12/8).

Dijelaskannya, dalam pameran tersebut pihaknya juga memamerkan data termasuk grafik UKM yang berasal dari pelatihan catering dengan melibatkan 20 orang dan pemangkas rambut sebanyak 10 orang dari 10 kampung, juga beberapa hasil produk para pelaku UKM asli Kota Jayapura.

“Yang catering itu dari 3 distrik dengan Jayapura Utara sebanyak 6 orang, Jayapura Selatan 6 orang dan Abepura 8 orang, untuk yang pelatihan batik itu 5 kelompok dari binaan distrik Abepura,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakannya, untuk program UKM Kota Jayapura sendiri yang berhasil menjadi juara 2 ditingkat nasional itu ada kerajinan batik, sarang semut, sabun buah merah, buah merah yang di kapsul, dan sarang semut yang diolah sendiri menjadi kapsul dan teh celup. Juga produk terbaru yang bernama sampari yang berkhasiat sebagai obat malaria.

“Sewaktu di Batam, minyak yang dibuat dari daun gatal menjadi produk yang laku keras dan menjadi herbal yang paling laku disana,” ungkapnya.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa pihaknya telah mengikutsertakan para pelaku UKM Kota Jayapura diberbagai perlombaan di tingkat Nasional sejak tahun 2015 lalu di Surabaya, Jakarta dan Banjarmasin.

“Jadi bukan di tahun 2017 ini saja, tapi dari tahun 2015 lalu kami mengikutkan semuanya dengan jumlah UKM-nya yang kami bawa ada 20,” terangnya.

Ia juga menambahkan, untuk jenis UKM kios sudah ada sekitar 60 kios yang mendapatkan bantuan berbentuk bahan kios temasuk beras, tepung, gula dan indomie di tahun 2017 ini. [Djarwo]

Check Also

Jelang Pilkada, PPATK: Bank Daerah Rawan Disalahgunakan

Wartaplus. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mewanti-wanti bangkir untuk lebih ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *