HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Diserang Warga, Polisi Keluarkan Tembakan, Empat Orang Terkena Peluru Karet di Deiyai
Salah satu korban luka tembak yang dirawat di rumah sakit daerah Kabupaten Deiyai/Istimewa

Diserang Warga, Polisi Keluarkan Tembakan, Empat Orang Terkena Peluru Karet di Deiyai

DEIYAI,-Sedikitnya empat orang warga terluka akibat terkena tembakan peluru karet, saat terjadi bentrok antar warga dan aparat Kepolisian di area Camp PT. Putra Dewa Paniai yang tengah mengerjakan proyek jembatan Oneibo di Kampung Bomou, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai-Papua, Selasa (1/7) siang.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Pol. Ahmad Mustof Kamal SH dalam rilisnya, Selasa malam menjelaskan, kejadian ini berawal dari kasus penganiayaan yang dilakukan oleh warga terhadap karyawan perusahaan.

Dimana sebelumnya seorang warga mendatangi kamp untuk meminta bantuan mengantar keluarganya yang sedang sakit untuk berobat ke rumah sakit. Namun karyawan (kepala tukang-red), tidak dapat membantu karena melihat kondisi yang sakit sudah cukup parah.

“Karyawan ini khawatir jangan sampai dia meninggal di perjalanan lalu kemudian masyarakat menuduh dan menuntutnya. Warga tersebut memahami apa yang dimaksud oleh karyawan tersebut. Namun berselang 15 menit datang seorang pemuda melaporkan ke kepala tukang untuk beristirahat kerja karena yang sakit sudah meninggal. Secara spontan masyarakat langsung menyerang kamp tersebut dan melakukan pemukulan terhadap karyawan,” jelas Kabid Humas soal kronologis awal kejadian.

Karena situasi yang ricuh, akhirnya manager perusahaan meminta bantuan aparat Kepolisian untuk datang mengamankan situasi. Tidak berapa lama aparat gabungan dari Polsek Tigi dan BKO Brimob Paniai dipimpin Kapolsek Tigi, Iptu H.M Raini dan Danton Brimob Iptu Aslam Djafar tiba di lokasi kejadian dan berusaha menenangkan massa. Mereka kemudian melakukan negosiasi dengan warga. Namun hal itu tidak diindahkan.

“Warga justru melakukan penyerangn terhadap aparat dengan menggunakan batu dan panah. Sehingga akhirnya anggota mengeluarkan  tembakan peringatan. Tetapi tembakan tersebut, membuat warga semakin membabi-buta dan melakukan penyerangan kepada anggota sehingga anggota melepaskan tembakan menggunakan peluru karet guna meredam aksi warga. Kapolsek kemudian memerintahkan anggota untuk mundur,” jelasnya lagi.

Akibat kejadian ini kaca mobil patroli Polsek pecah dilempar batu. Sedangkan empat warga yang terkena peluru karet langsung dievakuasi ke rumah sakit umum Deiyai dan sampai saat ini masih dalam perawatan tim medis.

“Sampai saat ini aparat Kepolisian dipimpin langsung oleh Kapolres masih bersiaga di Polsek Tigi. Rencananya Selasa besok Forkopimda setempat akan melaksanakan pertemuan dengan tokoh masyarakat dan warga kampung Oneibo untuk menyelesaikan persoalan ini,”tutupnya.[Riri]

Check Also

Polisi Bekuk Dua Pengedar Sabu di Timika

JAYAPURA,–Dua pengedar narkotika jenis sabu berinisial IS (22) dan N alias Acok (22) berhasil dibekuk ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *