HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Internasional » Disanksi Keras PBB, Korut Tuding AS Berandal Dunia

Disanksi Keras PBB, Korut Tuding AS Berandal Dunia

 

Wartaplus. Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) akhirnya mengeluarkan sanksi keras terhadap Korea Utara (Korut). Negara ini “dimatikan” melalui diplomasi ekonomi. Tapi Pemimpin Korut Kim Jong-un tak ciut. Dia menganggap Amerika Serikat sebagai berandal dunia yang menghasut dan semena-mena terhadap kedaulatan negerinya.

”Tindakan Amerika yang sangat menyukai sanksi dan mengacungkan sanksi kepada negara-negara berdaulat lainnya tidak lebih baik daripada seorang hooligan (berandal) yang tidak dapat diizinkan oleh hukum internasional,” ujar Kementerian Luar Negeri DPRK dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan KCNA.

DPRK (Republik Demokratik Rakyat Korea), menyebut Amerika sebagai berandalan dunia karena eksis mengusik Korut. Disebutkan, aksi berandalan itu karena seolah-oleh Amerika memaksakan kehendaknya. Salah satunya mengucilkan Korut secara ekonomi di dunia. Pemaksaan kehendak ini berwujud undang-undang baru Amerika bertajuk Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act.

Undang-undang itu berisi paket sanksi ekonomi terbaru terhadap Korut, Iran dan Rusia. Presiden Donald Trump meminta dunia bersikap seperti dia yang sudah mengirimkan draf tersebut ke PBB. “Undang-undang ini mengirim pesan yang jelas kepada Korut bahwa rakyat Amerika tidak akan mentolerir perilaku berbahaya dan tidak stabil mereka,” kata Trump saat meneken undang-undang tersebut.

Korut yang dipimpin Kim Jong-un mengutuk langkah Washington yang mereka sebut sebagai tindakan kriminal. Tapi, bukan Kim Jong-un namanya jika ciut digertak. Dia balik mengecam Amerika dan tidak mengakuinya. Korut berharap dunia berpikir jernih melakukan pengucilan.

”DPRK mengecam keras dan menolak apa yang disebut sanksi sepihak oleh Amerika dan semua negara lain di dunia juga perlu serius merenungkan tindakan Amerika yang keterlaluan dan melanggar hukum,” demikian pernyataan DPRK.

Korut menegaskan, sanksi usulan Amerika itu tidak akan pernah efektif di negaranya. Washington malah disaranin fokus pada isu nasionalnya daripada menjatuhkan sanksi tanpa harapan terhadap Korut.

Draf resolusi dari Amerika sudah diterima seluruh anggota DK PBB, termasuk seteru Rusia dan China. Sanksi usulan Amerika itu disepakati, kemarin. Isinya, pelarangan ekspor komoditas Korut dan larangan investasi terhadapnya. RM

Check Also

Ketua MK Kena 2 Kartu Kuning, Kalau Main Sepakbola Langsung Kartu Merah

Wartaplus. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali kena semprit Dewan Etik MK. Ini kali kedua ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *