HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Dijamu Sayur Genjer Oleh Menkominfo, Bos Telegram Bertekuk Lutut

Dijamu Sayur Genjer Oleh Menkominfo, Bos Telegram Bertekuk Lutut

 

Setelah diblokir oleh pemerintah Indonesia, CEO sekaligus pendiri Telegram Pavel Durov akhirnya bertemu dengan Menkominfo Rudiantara. Pertemuan berlangsung, kemarin, di Kantor Kemenkominfo. Sambil makan siang, Rudiantara menjamu Durov dengan bakwan jagung, nasi hijau, gurame goreng dan sayur genjer. Diplomasi makan siang ini berbuah manis. Durov ikut maunya pemerintah.

Rudiantara mengunggah foto pertemuan yang membahas pemblokiran layanan Telegram dengan Durov di akun Twitter resmi miliknya @rudiantara_id. “Makan siang dengan Pavel @durov CEO Telegram. Nasi hijau, bakwan jagung, gurame goreng, sayur genjer, udang sambal,” kicaunya. Dalam foto, Durov memakain koas hitam dan Rudiantara berkemeja putih. Keduanya tersenyum menghadap kamera. Sejumlah menu makanan yang disajikan untuk Durov terlihat di meja makan.

Untuk diketahui, alasan utama pemerintah memblokir 11 DNS situs web Telegram milik Durov ini karena terdapat konten radikalisme dan terorisme. Laporan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kemenkominfo, ada 17 aksi teror di Indonesia yang menggunakan aplikasi Telegram sebagai saluran berkomunikasi untuk melancarkan serangannya.

Sebelum diblokir, Kemenkominfo telah beberapa kali melayangkan permintaan yang harus dipenuhi Telegram agar layanannya bisa dibuka kembali. Pemerintah telah mengirim e-mail sebanyak enam kali sejak 29 Maret 2016 sampai 11 Juli 2017 kepada Telegram. Semua e-mail telah terkirim dan diterima oleh Telegram tapi tidak mendapatkan tanggapan. Akhirnya, 14 Juli lalu, pemerintah resmi melakukan pemblokiran.

Dari pertemuan tersebut, pemerintah dan Telegram kelihatannya sudah menemukan titik temu pengaturan konten Telegram. “Tadi saya ajak makan siang, saya kasih sayur genjer, gurame goreng, nasi ijo, udang sambel, dia sih ok (senang),” ujar Rudiantara di Kompleks Istana Negara, kemarin.

Menurut dia, nanti akan ada pengaturan Standard Operating Procedure (SOP) dalam menjalankan aktivitasnya di Indonesia dan pemblokiran Telegram dapat segera dicabut. “Saya mengapresiasi Telegram yang sangat responsif menyikapi isu ini. Nanti setelah SOP-nya sudah pasti, sudah jelas, orangnya sudah ke sini, kami buka lagi,” kata Rudiantara.

Terkait keberatan pemerintah soal isu-isu terorisme, Durov tunduk dengan aturan pemerintah Indonesia. Diakuinya, Telegram mempunyai komitmen yang sama.

Sebagai tindak lanjut dari komitmen ini, keduanya sepakat mengatur dan mengelola prosesnya yang akan dibahas dalam pertemuan yang melibatkan tim teknis. Sebab, untuk menghadapi ancaman terorisme dan radikalisasi dibutuhkan kecepatan bertindak. “Telegram sangat peduli terhadap ancaman terorisme global, terutama untuk negara seperti Indonesia. Penting buat Pemerintah Indonesia dan Telegram untuk membuat Joint Statement terkait hal ini,” kata Durov saat konferensi pers.

Durov berjanji konten-konten terorisme yang berseliweran di telegram akan bisa diatasi dalam hitungan jam. Nantinya akan ada kanal komunikasi khusus antara pemerintah dengan Telegram. Kanal ini akan menjadi media komunikasi langsung kedua belah pihak yang sebelumnya itu tidak dimiliki. “Sebagai tim, perusahaan, organsiasi, saya berkomitmen mempercepat menutup konten yang berhubungan dengan ISIS dan terorisme. Saya pikir kami bisa menutupnya lebih efisien dalam beberapa jam karena kami telah menambahkan tim yang berbahasa Indonesia,” papar Durov. RM

Check Also

Jelang Pilkada, PPATK: Bank Daerah Rawan Disalahgunakan

Wartaplus. Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin mewanti-wanti bangkir untuk lebih ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *