HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Ekonomi » Dibeberin Deddy Mizwar, Prabowo Lagi Boke

Dibeberin Deddy Mizwar, Prabowo Lagi Boke

Wartaplus. Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar punya info menarik soal kondisi keuangan Prabowo Subianto. Kepada Deddy Mizwar, Ketum Gerindra ini beberapa kali mengeluh tidak punya uang alias bokek. Info ini diutarakan Deddy Mizwar menanggapi kabar Prabowo meminta dana Rp40 miliar kepada La Nyalla Mattalitti sebagai mahar maju di Pilgub Jawa Timur.

Kemarin, sejumlah calon kepala daerah yang pernah bersinggungan dengan Gerindra ikut menanggapi tuduhan soal Prabowo ini. Nah, soal ini, Deddy Mizwar mengaku tak pernah dimintai mahar oleh Prabowo saat mengikuti penjaringan cagub Partai Gerindra untuk Pilgub Jawa Barat.

Dia bilang, Prabowo memang sempat menyinggung soal uang.  “Pak Prabowo bilang, sudah nggak punya uang. Tapi nggak berani minta,” kata Deddy, di Bandung.

Menurut Deddy, keluhan tidak punya uang itu disampaikan Prabowo beberapa kali. “Untuk pemilihan presiden, untuk pemilihan gubernur gak punya uang.Tapi (Prabowo) nggak minta,” ulangnya lagi.

Deddy pun mengaku tidak mengeluarkan uang sepeser pun saat menjalani proses penjaringan yang dilakukan Gerindra. “Nggak ada. Seperak aja nggak ada.”

Deddy mengaku tidak tahu jika permintaan itu ditujukan pada yang lain. “Jadi mungkin mintanya sama orang lain, mungkin. Bukan (minta) ke saya,” ujarnya. Ditanya lebih jauh, Deddy mengaku tak ingin membicarakan masalah itu lagi. “Tidak perlu kita ributkan yang lalu. Sudah selesai,” kata Deddy.

Deddy saat ini menjadi cawagub di Pilgub Jabar berpasangan dengan Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi. Keduanya diusung Partai Demokrat dan Golkar dan PPP.  Sebelumnya, Jenderal Naga Bonar ini sempat digadang-gadang Gerindra dan PKS untuk menjadi cagub Jawa Barat bersama kader PKS, Ahmad Syaikhu. Saat itu, Deddy mengaku hanya diminta bergabung menjadi kader Partai Gerindra sebagai syarat pencalonannya.

Di Jakarta, Gubernur Anies Baswedan juga mengaku tak pernah diminta mahar oleh Prabowo. “Nggak ada. Duit dari mana saya,” kata Anies di Kebagusan, Jakarta Selatan, kemarin. Anies juga memastikan tidak ada perjanjian lain dengan Gerindra. Termasuk perjanjian untuk tidak maju ke pilpres. “Nggak ada bikin perjanjian,” kata Anies.

Senada disampaikan oleh Wakil Gubernur Sandiaga Uno. “Enggak ada, enggak ada sama sekali. Pak Prabowo sangat profesional,” kata Sandi di Balaikota, kemarin. Hanya saja Sandi pernah mengaku menghabiskan dana lebih dari Rp100 miliar saat maju di Pilgub DKI Jakarta 2017.

Sekadar latar saja, Gerindra menjadi sorotan karena dituding oleh La Nyalla meminta mahar sebagai syarat rekomendasi untuk bisa maju di Pilgub Jatim. Dalam konferensi pers, Kamis (11/1) La Nyalla mengungkapkan kronologi dirinya dimintai sebesar Rp40 miliar. Uang itu diminta Prabowo saat mereka bertemu di Hambalang, Jawa Barat, awal Desember lalu. Menurut La Nyalla, Prabowo meminta uang itu untuk biaya membayar 68 ribu saksi di TPS pada Pilgub Jatim nanti.

Sebelum tanggal 9 Desember, La Nyalla juga menyatakan sempat dimintai secara langsung oleh Prabowo untuk menyiapkan Rp 200 miliar. La Nyalla awalnya hanya menganggap ucapan Prabowo itu bercanda. “Saya pikir main-main, ternyata ditagih betul Rp40 miliar,” kata La Nyalla.

Waketum Gerindra Arief Poyuono mengatakan, tidak pernah ada permintaan Rp40 miliar dalam surat tugas Gerindra kepada La Nyalla Mattaliti. Dia bilang, sebenarnya dari awal Gerindra memang mengusung La Nyalla sebagai bakal cagub Gerindra. Saat itu, La Nyalla sebagai kader Gerindra diizinkan untuk memasang fotonya bersama Prabowo di setiap pelosok Jawa Timur.

Namun sampai Surat tugas itu berakhir La Nyalla tidak berhasil mendapatkan partai koalisi dalam hal ini PAN. “Setahu saya Pak Amien Rais sudah oke. Tapi Ketum PAN menolak mengusung La Nyalla dengan alasan DPW PAN Jatim juga menolak mengusung La Nyalla,” kata Arief.

Soal uang Rp40 miliar, yang dituduhkan La Nyalla untuk bayar saksi di TPS seperti yang dituduhkan, dia bilang kalaupun itu benar adalah sangat wajar karena pertama kemenangan dalam Pilgub itu kuncinya adalah kekuatan para saksi di TPS-TPS. Menurut dia, jika satu TPS butuh tiga saksi maka, duit segitu tidak cukup. Apalagi jika dana untuk pelatihan saksi sebelum pencoblosan dari tingkat PPS, PPK dan KPUD. “Kekurangan itu biasanya nanti ditanggung oleh kader yang seperti pada Pilkada DKI seluruh kader Gerindra urunan membantu Anies-Sandi,” ujarnya.

Terkait pengakuan Deddy Mizwar, Arief mengatakan memang apa yang dikeluhkan Prabowo kepada Deddy itu benar adanya. “Pak Prabowo hanya mengeluh saja bahwa memang tidak ada uang untuk Pilpres, bukan berarti terus dituduh malak,” ujarnya. Dia bilang, Prabowo justru punya sifat ingin membiayai kadernya kalau mau maju di pilkada dan pileg. “Coba tanya Jokowi dan Ahok waktu maju Pilkada berapa Pak Prabowo mendanai mereka. Lalu Ridwan Kamil saat maju di Pilwako Bandung serta Anies- Sandi justru beliau yang kasih bantuan dana,” ujarnya. “Sekali lagi, tak ada itu La Nyalla dipalak. Itu salah besar. Yang pasti La Nyalla tidak berhasil meyakinkan PAN untuk mengusung dirinya,” tuntasnya. RM

Check Also

Kasus Mahar Politik. Kalau Nyalla Dapat Tiket, Ceritanya Pasti Tak Begini

Wartaplus. Kasus mahar politik yang terjadi antara La Nyalla Mattalitti dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *