HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Di Depan Jokowi Djarot Terang-terangan Nolak Pemindahan Ibukota 

Di Depan Jokowi Djarot Terang-terangan Nolak Pemindahan Ibukota 

Wartaplus. Presiden Jokowi punya mimpi besar yakni memindahkan ibukota negara dari Jakarta. Tapi, tak semua orang yakin mimpi ini bisa terealisasi. Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat salah satu yang ragu dengan rencana itu. Di hadapan Jokowi yang disaksikan ribuan warga Betawi, kemarin, politisi PDIP itu minta wacana tersebut tak perlu lagi diperpanjang. Duh, omongan Djarot seperti menusuk Jokowi dari depan.

Omongan Djarot disampaikan saat memberi sambutan puncak kegiatan Lebaran Betawi di Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan, Jakarta Selatan. Acara dihadiri Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Iriana. Pejabat yang ikut hadir antara lain Menteri Pariwisata Arief Yahya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Jaswandi serta Kapolda Metro Jaya Idham Azis.

Jokowi tiba di lokasi sekitar pukul 9.30 pagi dengan mengenakan pakaian khas Betawi Ujung Serong dengan kemeja hitam dan selendang warna emas. Sementara, Ibu Iriana tampil dengan kebaya warna merah. Rombongan Presiden disambut Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat dan Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Masyarakat Betawi Zainuddin. Rombongan kemudian disambut atraksi Palang Pintu dari Sanggar Silat Bamus Betawi. Dari sana, rombongan disambut tujuh penari yang membawakan tarian Selamat Datang.

Sejak pagi, ribuan warga sudah hadir di lokasi. Para perempuan mengenakan busana tradisional khas Betawi yang penuh warna-warni cerah. Sedangkan laki-lakinya mengenakan setelan celana hitam, krem, atau cokelat dengan kemeja koko warna putih.

Nah, omongan Djarot soal pemindahan ibukota disampaikan saat memberi sambutan untuk membuka kegiatan tersebut. Dia bilang, terus terang agak ragu dengan wacana pemindahan ibukota dari Jakarta ke luar Pulau Jawa. “Kalaupun ada wacana pindah ke mana-mana, maaf Bapak Presiden, kami masih belum yakin,” kata Djarot. Menurut dia, penetapan Jakarta sebagai ibukota negara oleh Presiden Soekarno bukan tanpa alasan. Karena, Jakarta miniaturnya Indonesia. “Terlebih budaya Betawi sebagai pelopor kebinekaan,” ujar Djarot.

Oleh karena itu, Djarot meminta wacana pemindahan ibukota tidak lagi dibahas terlalu besar. “Kalau hal seperti ini tidak perlu diwacanakan terlalu melebar, yang penting kita kerja keras. Jakarta sebagai ibukota negara yang bukan hanya dibanggakan oleh bangsa Indonesia tapi juga sejajar dengan ibukota negara-negara lain,” ucap Djarot. Sementara itu, Presiden Jokowi berpesan agar pembangunan Perkampungan Betawi yang dimulai lima tahun lalu diselesaikan. Misalnya pelebaran jalan dan lain-lain.

Kajian pemindahan ibukota ini memang belum jelas, sama tak jelasnya soal lokasi ibukota baru nanti. Wacana ini sudah muncul sejak 70 tahun lalu, diwacanakan pertama kali oleh Presiden Soekarno. Dan setelah itu, hampir tiap presiden pernah mengungkit wacana tersebut. Namun para Gubernur DKI sepertinya kompak meragukan wacana tersebut. RM

Check Also

Enggar Paparkan Alasan Impor Beras, Tiga Bulan Operasi Pasar Tetapi Harga Ogah Turun

Wartaplus. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartisto Lukita, buka-bukaan dibalik alasan pemerintah melakukan impor beras. Menurutnya, kebijakan itu ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *