HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Demokrat Sebut Prabowo Layak Berguru Pada SBY

Demokrat Sebut Prabowo Layak Berguru Pada SBY

Wartaplus. Keinginan sejumlah kader Partai Gerindra untuk mempertemukan Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) disambut positif kader Demokrat. Demokrat menilai Prabowo harus berguru ke SBY, jika ingin menjadi calon RI-1 di 2019.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat, Agus Hermanto pada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin. Menurutnya, pertemuan Prabowo-SBY sangat positif.

“Kalau Prabowo ingin bertemu SBY, rasanya sesuatu hal yang sangat bagus untuk perpolitikan ke depan,” ujar Agus.
Menurut Agus, Prabowo harus berguru kepada SBY yang sudah memiliki pengalaman. SBY sudah dua kali menjadi presiden sehingga sangat tepat jika Prabowo menemui SBY.
“Pak SBY ini sudah menjadi presiden dua kali berturut-turut, sudah khatam husnul khatimah. Kita ketahui semenjak reformasi, baru SBY yang betul-betul sudah khatam dua kali berturut-turut, turunnya dengan karpet merah, dengan segudang prestasinya,” kata Agus.
“Kalau Pak Prabowo ingin berbincang, ingin barangkali pandangan Pak SBY, rasanya sangat bagus. Untuk menuju kemenangan harus disertai pengalaman disertai usaha serta disertai hal-hal yang menuju kefokusan yang lebih terbukti,” tutur dia.
Lanjutnya, Prabowo juga dapat mencontoh pengalaman Demokrat pada 2004 saat memenangi pilpres. Cara menyusun koalisi dan menggalang kekuatan dapat diperoleh dari SBY. “Misal Pak SBY sudah terbukti. Cara Pak SBY dulu bagaimana menggalang kekuatan, bagaimana menyusun koalisi. PD dulu hanya memiliki 56 kursi di DPR 2004 lalu, tapi dengan menyusun koalisi, Pak SBY bisa memenangkan pertandingan,” ucap Agus.
Selain itu, Prabowo juga dapat belajar cara SBY sukses memimpin Indonesia selama dua periode. Meski demikian, Demokrat sendiri mengaku belum menerima permohonan pertemuan Prabowo-SBY dari Gerindra. “Barangkali bisa diperbincangkan bagaimana kesuksesan Pak SBY supaya barangkali Prabowo bisa melihat kesuksesan Pak SBY,” ujar Agus.
Sebelumnya, Sekjen Gerindra Ahmad Muzani menyebut Prabowo akan menemui SBY guna membahas Pilpres 2019. Keduanya sedang mencari waktu yang tepat untuk bertemu. “Ya, Pak Prabowo dan Pak SBY masih terus mencocokkan waktu karena ketum memiliki agenda yang padat. Insyaallah dalam waktu dekat beliau akan ketemu pada waktu yang cocok,” ujar Muzani.
Sebelumnya, Ketua DPP Partai Gerindra Desmond J Mahesa mencoba melempar sejumlah wacana untuk Pilpres 2019. Dia mewacanakan Prabowo berduet dengan SBY sebagai wakil presiden di Pilpres 2019.
Kata dia, dalam kontek dan situasi saat ini duet Prabowo-SBY sangat cocok dan ideal untuk menjawab rintangan dan tantangan bangsa yang sedang terpuruk. “Ini pasangan ideal menurut saya,” katanya.
Namun, wacana tersebut mendapat penolakan dari kader Demokrat. Wakil Ketua BPOKK DPP Partai Demokrat, Supandi R Sugondo mengatakan, SBY yang pernah menjabat sebagai presiden dua periode masih mengedepankan etika, sopan santun dan tatakrama dalam berpolitik termasuk soal penentuan capres ataupun cawapres. RM

Check Also

Farhat Abbas Laporkan Nikita Mirzani ke Polisi

WARTAPLUS – Farhat Abbas kembali mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Januari 2018. Kedatangan Farhat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *