HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Cak Imin: Kalau Garam Impor, Anak TK Juga Bisa…

Cak Imin: Kalau Garam Impor, Anak TK Juga Bisa…

Wartaplus. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar menyentil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Kali ini yang jadi sasaran adalah kebijakan pemerintah mengimpor garam. Kata Cak Imin, panggilan akrab Muhaimin, kok bisa disaat seperti ini Menteri Susi tenang-tenang aja. Di Twitter, sejumlah netizen memuji, “Ini baru namanya Cak Imin.”

Kritik ini diutarakan Cak Imin disela pembagian sembako murah di Bekasi Utara, Kota Bekasi, kemarin. Menurutnya, kebijakan impor bukanlah jalan keluar yang bijak. Sebab, Indonesia adalah negara kelautan sehingga sangat berpotensi menjadi produsen garam terbesar. “Harus ada solusi cepat, jangan mengandalkan impor. Kalau impor anak TK (Taman Kanak-kanak) juga bisa,” kata Cak Imin.

Mestinya, kebijakan yang diambil pemerintah haruslah komprehensif. Misalnya pada memberdayakan petani dan perusahaan industri garam. Di sinilah, Cak Imin menyentil Menteri Susi yang dinilainya tenang dan diam saja terhadap industri garam yang sejak lama dirundung masalah.

“Perusahaan garam sejak lama bermasalah. Bagaimana penanganannya? Ini kok gak ada yang mengkritisi, semua diam. Ini Bu Susi (Menteri Kelautan) malah tenang-tenang aja. Padahal ini mestinya bukan hanya urusan perdagangan tapi kelautan juga,” ungkapnya.

Dia mendesak, pemerintah segera mencari jalan keluar untuk membangkitkan kembali industri garam nasional. Cak Imin menilai, selama ini pelaku industri garam tradisional tidak dibina serius oleh pemerintah.

“Coba cari solusi komprehensif, yang pertama pemberdayaan petani garam yang serius dengan real pemasaran garam yang menjanjikan. Tapi gak ada pembinaan. Ini sangat memprihatikan ya cara menangani kebutuhan pokok masyarakat itu,” tandas bekas Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden SBY ini.

Bagaimana netizen di Twitter menanggapi ini? Kebanyakan heran dengan sikap Cak Imin. “Setelah urusan cantrang, sekarang beralih ke garam, sasarannya sama –>> bu @susipudjiastuti, yan sabar ya bu,” cuit‏ @atipangaribowo senada dengan @Snatapraja. “Cak Imin ini kaya anak TK aja. Sebelumnya cantrang sekarang garam, jangan-jangan orang ini pengen jadi Mentri KP yah.”

Yang menarik, akun resmi Menteri Susi @susipudjiastuti mengomentari pernyataan Cak Imin lewat kicauannya. “Impor garam sudah dari duluuuu… Dari dulu anak TK dong,” sindir Susi menanggapi link berita di Twitter. “Undang-undang perlindungan nelayan & petambak garam nomor 7 tahun 2017 yang membuat KKP bisa ikut mengawasi impor garam,” cuitnya lagi.

Selanjutanya, netizen ramai-ramai membela Menteri Susi seperti akun @Rul205. “Tenggelamkan saja Mom,” cuitnya disambut @JrSinaga2. “Mungkin Cak Imin belum pernah makan garam dicampur lada Bu. Makanya lupa.. Haha.” Akun @Rsoewarianto menanggapi analogi Cak Imin. “Keponakanku yang TK masih belajar membaca menulis, belum bisa impor expor.”

Tweeps‏ @John_Nelwan menimpali. “Cak Imin mantan menteri kok gak tau kalau import garam itu sudah berlangsung dari dulu,” kicau dia dibalas @HerryMasrianto. “Ya itu urusan mendag to cak.”

Netizen dengan akun @Jumadi_prodrive meminta Cak Imin belajar. “Cak….sinau Cak… Aja nyiyir bae…” pintanya disambut @Bambangtjahjo13. “Cak koq Menteri Susi yang bertanggung jawab? PT Garam Persero dong yang ditanya?”

Akun @herisetz meminta Cak Imin menyindir soal pergaraman ini secara kaffah. “Pak Jokowi juga dong pak, kan sebagai pimpinan tertingginya,  masa Bu Susi doang yang disalahkan.”

Meskipun begitu, akun @nanngatam membela Cak Imin. Menurutnya, KKP tetap punya andil dalam masalah pergaraman. “Petani garam diajarkan cara membuat garam yang efisien dengan teknologi….tugas siapa?? Nanya neehh.” RM

Check Also

Ketua MK Kena 2 Kartu Kuning, Kalau Main Sepakbola Langsung Kartu Merah

Wartaplus. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali kena semprit Dewan Etik MK. Ini kali kedua ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *