HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Bikin Sajak “Diktator Kecil” Fadli Zon Nyindir Siapa?

Bikin Sajak “Diktator Kecil” Fadli Zon Nyindir Siapa?

 

Wartaplus. Dalam rangka memperingati Hari Puisi, Wakil Ketua DPR Fadli Zon membuat puisi berjudul “Diktator Kecil”. Dalam puisi dua bait ini Fadli menyebut ada diktator besar dan diktator kecil. Dia juga membawa-bawa ormas, utang, kodok, hingga kancil ke dalam bait-bait puisinya. Sepertinya Fadli sedang menyindir.

“Diktator Kecil” bukan puisi pertama yang dibuat Fadli. September tahun lalu dia bikin puisi berjudul “Sajak Tukang Gusur”. Kemudian pada Februari tahun ini dia buat lagi puisi bertajuk “Sajak Sang Penista”. Dua puisi yang sebelumnya dikeluarkan, Fadli mendapat kritik tajam, terutama dari netizen. Nah, puisi yang ketiga ini juga sama. Dia banyak mendapatkan cibiran.

Begini isi pusi “Diktator Kecil” itu:  “Ada diktator besar, bicara ideologi dasar, pidato propaganda akbar, narasi bersinar massa berkobar, jiwa bergetar rakyat terbakar, semangat menggebu maju tak gentar, membabat total komprador barbar, tapi diktator besar pun akhirnya pudar, ditelan kuasa pasti bertukar,” begitu isi bait pertamanya.

Bait keduanya berisi, “Ada diktator kecil, bicara remeh temeh serba mungil, tuna sejarah berpikir kerdil, pencitraan murah dipoles centil, rakyat ditindas ancaman bedil, ormas ditumpas seperti kutil, ekonomi merangkak labil, utang menjulang tak bisa nyicil, hukum ditabrak makin tak adil, wajah demokrasi berbedak dekil, kodok lincah bagai kancil, lawan politik dianggap kerikil, kedunguan mewabah ganjil, tapi roda zaman berputar stabil, kebenaran pasti kalahkan yang batil.” Fadli juga membubuhkan tempat dan tanggal dibuatnya puisi, Jakarta, 26 Juli 2017. Sajak spontan di Hari Puisi, bersamaan dengan lahirnya Chairil Anwar, 95 tahun silam.”

Fadli menyatakan, sajak ini ditulis menyambut Hari Puisi. “Ya kan hari ini kebetulan Hari Puisi. Hari Puisi ini dideklarasikan bersamaan hari lahirnya Chairil Anwar 26 Juli, 95 tahun lalu. Ini dijadikan tonggak hari puisi,” ujar Fadli.

Siapa yang dimaksud diktator kecil oleh Fadli? Dia menyerahkan interpretasi kepada pembaca. “Cerita tentang diktator, yang besar saja tumbang, apalagi yang kecil. Biasanya kan penulis tidak menginterpretasikan siapa yang dimaksud dalam sajak. Ya silakan saja dinikmati,” kata Fadli.

Dalam akun Twitter resminya @fadlizon, dia juga mengunggah foto berisi sajak tersebut. Postingannya sudah di-like 300-an lebih tweeps dan diretweet 260 lebih. Menanggapi karya Fadli, netizen terbelah. Akun @jasonorient balik bertanya kepada Fadli. “Ada diktator kecil. Pasti ada yang diktator besar toch. Yang besar sapa?” cuitnya, disambut @DPradana87 yang tidak suka dengan nyinyiran Fadli. RM

Check Also

OSO Kantongi SK Menkumham, Wiranto: Tidak Ada Munaslub

Wartaplus. Konflik internal yang melanda Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bakal reda. Pasalnya, tidak ada agenda ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *