Ekonomi

BI Papua Musnahkan Uang Tidak Layak Edar Sebesar Rp234 Miliar di Triwulan III

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratikto
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratikto

JAYAPURA,- Jumlah Uang Tidak Layak Edar (UTLE) yang dimusnahkan di Kantor Perwakilan BI Provinsi Papua pada triwulan laporan sebesar Rp234,11 miliar, atau naik 64,92 persen dibandingkan triwulan yang sama pada tahun lalu yang mencapai Rp141,96 miliar.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua Joko Supratikto mengatakan, pemusnahan UTLE tersebut merupakan bagian dari kebijakan clean money policy, yaitu upaya BI untuk menjaga kualitas uang yang beredar di tengah masyarakat.

“Untuk mengoptimalkan pengedaran Uang Layak Edar hingga ke daerah terdalam di Papua, Kantor Perwakilan BI Papua juga melakukan program BI Jangkau yang dimulai sejak Agustus lalu,” ujarnya, Rabu (06/12).

Lanjut dijelaskannya, BI Jangkau di Papua saat ini dilakukan di 4 Distrik di Kabupaten Boven Digul. Sementara volume peredaran uang tidak asli di Papua pada triwulan III 2017 relatif kecil mencapai 27 lembar, naik dibanding volume triwulan II 2017 yamg sebesar 12 lembar.

“Peredaran uang tidak asli di Papua pada triwulan laporan didominasi oleh pecahan Rp100 ribu sebanyak 20 lembar. Sementara, uang tidak asli untuk pecahan Rp50 ribu ditemukan sebanyak 7 lembar. Sampai triwulan III 2017, jumlah uang palsu di Papua mencapai 71 lembar,” pungkasnya.

Sementara itu, perkembangan transaksi Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) di Papua pada triwulan III 2017 meningkat secara nominal maupun volume dibandingkan triwulan sebelumnya.

Transaksi yang dilakukan melalui SKNBI dengan nilai yang mencapai Rp2,71 triliun dan volume sebesar 81.443 lembar warkat. Bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, volume transaksi SKNBI mengalami peningkatan 4,32 persen (yoy), sedangkan nilai transaksi mengalami penurunan sebesar 20,2 persen (yoy).

Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia Perwakilan Papua Fauzan, Rabu (06/12) mengatakan, transaksi melalui Bank Indonesia Real Time Gross Settlement (BI-RTGS) pada triwulan laporan juga tercatat meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya.

“Jumlah nilai yang ditransaksikan melalui BI-RTGS selama triwulan III 2017 sebesar Rp1,73 triliun, naik 52,09 persen (yoy) lebih tinggi dari triwulan yang sama pada tahun sebelumnya. Volume transaksi sebanyak 1.931 transaksi, meningkat 43, 14 persen (yoy) lebih tinggi dari triwulan yang sama pada tahun sebelumnya,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (6/12).

Dirinya mengungkapkan, aliran uang kartal melalui Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua menunjukkan posisi net outflow pada triwulan III 2017 sebesar Rp416 miliar. Dimana net outflow uang dari KPw BI Provinsi Papua bersumber dari uang keluar sebesar Rp1,9 triliun, atau lebih banyak dibandingkan uang masuk yang tercatat sebesar Rp1,5 triliun.

“Pada triwulan ini posisi net outflow dan meningkatnya transaksi SKNBI dan RTGS disebabkan oleh meningkatnya realisasi pembayaran proyek pemerintah dan pembangunan infrastruktur di Papua,” jelasnya. [Djarwo]

Leave a Reply

*

*

advertisment
advertisment
advertisment