HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » Bertebaran Di Facebook, Panglima Capres Banyak Fansnya

Bertebaran Di Facebook, Panglima Capres Banyak Fansnya

 

Wartaplus. Sejak namanya digadang-gadang bakal masuk bursa Pilpres 2019, nama Gatot Nurmantyo mulai populer, khususnya di kalangan warganet. Misalnya saja di jejaring sosial Facebook, sudah ada 80 grup mengatasnamakan Sang Jenderal mulai dari Sahabat Gatot hingga Dukungan Pilpres 2019. Ciee, Panglima TNI ini banyak fansnya juga loh…

Grup yang paling banyak digandrungi warganet adalah “SAHABAT GATOT NURMANTYO”. Jumlah membernya mencapai 139.286 orang. Sayang, fanpage ini tertutup untuk umum, hanya member yang bisa membukanya. Meski begitu, aroma dukungan terhadap Gatot kental di grup itu. Di halaman utama terdapat foto Gatot tersenyum sembari diapit dua foto tank dan kapal perang. Foto itu ditulisi kata “tegas, cerdas, berwibawa,” dan “Calon RI 1 Pilihan Rakyat”.

Fanpage itu bukan satu-satunya. Menelusuri “Sahabat Gatot Nurmantyo” (dengan tulisan kecil), grup ini tidak tertutup untuk umum. Jumlah pengikutnya pun baru 1.118 orang. Namun, perbincangan di grup ini cukup menarik dan sudah jelas mendukung Gatot nyapres di Pilpres 2019. Misalnya obrolan ini : Akun Mujahidin Muja menulis, “Gatot capres…” Dibalas Alfin Ardana yang menghendaki Jokowi tetap menjadi Presiden di 2019. Dia pun mengutip pernyataan Gatot di media beberapa waktu lalu, “Kata gatot : Saya akan setia menjaga NKRI, daripada saya harus menjadi Presiden,” katanya. Kemudian dibalas Mujahidin Muja, “Iya Pak… setiap kita menjaga NKRI… harga mati…. apalagi Presiden…” ujarnya yang disambut jempol facebookers.

Bisa dibilang, puluhan fanpage Gatot isinya pemberitaan tentang aktivitas TNI dan dirinya. Komentarnya nyaris senada: sanjungan terhadap Sang Jenderal. Tapi, begitu ada yang memposting berita di sebuah situs bahwa Gatot menjadi rebutan untuk dijadikan calon wapres pada Pemilu 2019, suara terpecah. Ada yang setuju, ada yang menyarankan sebaiknya langsung mencalonkan diri sebagai RI-1. Ada pula yang ingin Gatot tetap fokus di TNI, ada juga yang setuju Gatot menjadi calon wakil presiden dengan catatan. “Calon yang pantas untuk pilpres 2019 adalah prabowo dan gatot n. calon idaman saya,” tulis Raja Enda Enda.

“Saya akan pilih pak Gatot jika dicalonkan parpol Gerindar, PKS, Demokrat, PAN…Selain itu NO WAY…dan saya yakin jika pak Gatot berpasangan dengan Jokowi…rakyat akan berubah pilihan…karna partai PDIP, NASDEM masih jelas dalam memory,” timpal Lisbeth Sianipar.

Namun, ada juga yang berpendapat duet Gatot-AHY bisa diperhitungkan di Pilpres 2019. “Indonesia butuh capres alternatif di antara kubu Prabowo Subianto dan Joko Widodo…duet GATOT NURMANTYO – AGUS HARYMURTI . Pantas jadi Capres-Wapres di Pilpres 2019,” ujar Adjie Chasanova.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Wuryanto menegaskan pembuatan fanpage semacam itu tidak seizin Sang Panglima atau institusi TNI. Pihaknya sudah melapor ke Kementerian Komunikasi dan Informatika dan sudah diblokir. Sebab, hal itu akan mengganggu dan merugikan Gatot sebagai pribadi dan Panglima TNI.

“Kalau sekarang muncul lagi, kami akan laporkan ke Kominfo untuk diblokir,” tutur Wuryanto, seperti dikutip detikcom. “Kami juga mengimbau kepada pihak yang tergabung dalam akun tersebut untuk menghentikannya,” tambahnya.

Direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma), Said Salahudin menyampaikan, wajar saja sosok Gatot kini populer di masyarakat bahkan digadang-gadang menjadi capres 2019. Popularitas Gatot mulai menanjak ketika kasus Ahok bergulir. Misalnya, saat aksi 212. Aksi Bela Islam jilid dua ini sempat diwarnai penangkapan sejumlah aktivis. Ditengah kisruh, Gatot tampil dengan menyatakan mustahil umat Islam akan melakukan makar dan kudeta terhadap pemerintah. Pernyataan-pernyataan Gatot semacam itu langsung menjadi viral di media sosial. Bahkan Gatot dicitrakan sebagai ‘Jenderal Santri’ yang rendah hati dan hormat kepada para ulama. RM

Check Also

OSO Kantongi SK Menkumham, Wiranto: Tidak Ada Munaslub

Wartaplus. Konflik internal yang melanda Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) bakal reda. Pasalnya, tidak ada agenda ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *