HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Internasional » Bersolek, Gedung Putih Habiskan 45 Miliar

Bersolek, Gedung Putih Habiskan 45 Miliar

 

Wartaplus.  Gedung Putih, sebutan untuk Istana Negara di Amerika Serikat (AS), saat ini sedang bersolek. Sejumlah spot yang dianggap kurang oke bagi Presiden, direnovasi. Di era Donald Trump ini, Gedung Putih dianggarkan merogoh kocek sebesar 3,4juta dollar, setara Rp45 miliar.

Aksi bebenah ini dimulai Jumat (11/8) lalu. Dilansir Reuters, tidak banyak renovasi yang dilakukan. Tetapi, duit yang keluar tidak sedikit. Bangunan mewah di Washington ini tengah diganti sistim pemanasnya, penyejuk ruangan, karpet dan cat interior sesuai selera keluarga Trump.

Menurut General Services Administration Gedung Putih, untuk merenovasi itu semua, menelan biaya 3,4juta dollar, atau setara Rp45 miliar. Rinciannya, untuk mengganti sistem pemanas dan penyejuk ruangan sebesar 1,9 juta dollar (Rp25 miliar), kemudian penggantian karpet sebesar 1,17 juta dollar (Rp15 miliar), dan cat interior sebesar 275 ribu dollar atau sekitar Rp3 miliar.

Reuters kemarin memposting foto aktivitas renovasi Gedung Putih. Mata kamera merekam kesibukan pekerja mempercantik kantornya Trump. Sekalipun perbaikan ini ringan, dua alat berat dikerahkan demi mempercepat proses renovasi. Misalnya, untuk mengangkat mesin pemanas ruangan.

Kesibukan tidak hanya di luar gedung. Di dalam lebih sibuk lagi, selain para pekerja yang wara-wiri, ada juga agen secret service yang celingak-celinguk memperhatikan sekeliling. Sebagian besar perabotan kantor sudah dikeluarkan dari ruangan. Akses masuk menuju area direnovasi dituliskan peringatan “contruction alert”.

Ruangan yang direnovasi kali ini fokus di ruang kerja Trump di area sayap barat Gedung Putih. Yaitu, ruang Oval yang kini sudah dikosongkan, dan ruang Roosevelt. Kedua ruangan itu akan diganti alat pengelola udaranya, dan dicat ulang. Aksi bersolek juga terjadi di setiap akses jalan sayap barat. Karpet-karpet mulai diangkat dan segera diganti yang baru.

Renovasi ini dilakukan ahli di bidangnya dan dijaga ketat. Pasalnya, seluruh pekerjaan diharapkan rampung saat cuti Donald Trump habis pada Minggu (20/8). Menjelang renovasi Gedung Putih, Trump sudah melakukan cuti selama 17 hari yang dimulai Jumat (4/8) lalu.

Trump sekeluarga kini tengah berlibur di sebuah resort golf miliknya, di Bedminster, New Jersey. Liburan Trumo ini menjadi buah bibir di media AS. Pasalnya, saat ini Trump sedang disorot ihwal skandal dengan Rusia. Ditambah lagi, kinerjanya yang terasa belum memuaskan penduduk AS selama tujuh bulan menjabat sebagai pemimpin negara.

Juru Bicara Gedung Putih, Lindsay Walters, mengatakan selama liburan, Trump akan tetap bekerja. “Ada renovasi di ruangan Gedung Putih, sehingga sistem pendingin udara terganggu. Jadi, Presiden akan bekerja dari luar kota selama dua minggu,” kata Walters.

Sebenarnya, tidak jadi persoalan jika seorang presiden harus keluar kota. Hanya saja, yang dialami Trump menjadi ironis karena ia sempat mengkritik Obama, yang pernah melakukan liburan saat masih menjabat Presiden AS.

“Etika bekerja yang bagus,” tulis Trump di Twitter. “Presiden Obama liburan ke Hawaii, sementara anggota Secret Service tidak pulang ke keluarganya saat Natal, Aloha!” tulisnya lagi.

Selain mengkritik, Trump juga sering mengoceh kepada pendukungnya, kalau dirinya tidak akan memiliki waktu berlibur karena bakal sibuk bekerja sebagai Presiden AS. “Saya bukan presiden yang memiliki waktu liburan. Saya bukan presiden yang memiliki waktu senggang,” kata Trump di hadapan pendukungnya pada 2015.

Dikutip dari Washington Post, Trump memiliki waktu liburan lebih panjang ketimbang Obama. Sejak menjabat sebagai Presiden AS pada Januari hingga Agustus 2017, ia telah menghabiskan 53 hari untuk liburan.  Sementara, dalam periode yang sama, Obama hanya menghabiskan 15 hari. RM

Check Also

OCA Puji Persiapan Tuan Rumah

Wartaplus. Dewan Olimpiade Asia (OCA) mengacungkan jempol kesiapan Indonesia untuk Asian Games tahun ini. Bentuk apresiasi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *