Hukum

Berkasnya Dilimpahkan KPK Ke Pengadilan, Novanto Murah Senyum

Novanto Murah Senyum

Wartaplus. KPK betul-betul “potong kompas” menangani kasus yang menjerat Setya Novanto. Komisi antirasuah itu, kemarin, resmi melimpahkan berkas perkara Ketua DPR ini ke pengadilan. Apa reaksi Novanto? Dia hanya senyum-senyum.

Berkemeja putih dilapisi rompi tahanan oranye KPK, Novanto datang ke kantor KPK pukul 08.35 WIB. Wajah Novanto tampak segar. Langkahnya santai. Dicecar wartawan, dia tak mengeluarkan sepatah kata pun, langsung masuk ke dalam gedung dan menaiki tangga menuju lantai 2.

Beberapa menit kemudian, pengacara Novanto menyusul. Mulai dari Maqdir Ismail, Firman Wijaya, Otto Hasibuan dan Fredrich Yunadi. Otto menyatakan, kedatangan Novanto untuk mengikuti proses pelimpahan tahap kedua atau ke tahap penuntutan. “Intinya penyerahan saja. Penyerahan barang bukti dan tersangka,” tuturnya. Novanto menyelesaikan proses pelimpahan dari gedung KPK pukul 11 siang. Keluar dari lobi gedung, Novanto dicecar pertanyaan oleh wartawan. Utamanya, siap atau tidak dia menghadapi persidangan di Pengadilan Tipikor.

Sama seperti kedatangannya, Novanto kembali menggunakan “jurus mingkem”. Dia hanya tersenyum ke arah wartawan. Dengan santainya melangkah, hingga masuk ke dalam mobil tahanan yang kembali membawanya ke rutan KPK.
Bukan kali ini saja Novanto tersenyum, sehari sebelumnya, Selasa, dia juga mengumbar senyum saat diperiksa KPK. Kondisi ini jauh berbeda dengan ketika Novanto baru saja dibawa ke KPK, Minggu (19/11) malam. Maqdir Ismail menyebut, Novanto sudah siap menghadapi persidangan. “Ya nggak ada masalah beliau sudah siap,” ujarnya.

Sementara Otto menyebut, pihaknya tak mempermasalahkan pelimpahan berkas yang dilakukan KPK. Namun, lebih elegan jika perkara ini sebaiknya ditempuh melalui praperadilan dulu. Jika KPK menang otomatis KPK dapat legitimasi dari masyarakat. “Tetapi kalau ini sengaja dihindari, tapi saya nggak nuduh ya, maka tentu orang bertanya tentang status, apakah betul proses hukumnya sudah ditempuh dengan baik atau tidak,” tuturnya.

Fredrich Yunadi lebih tertarik membicarakan soal praperadilan. Menurutnya, pelimpahan berkas itu tak serta merta menggugurkan praperadilan yang tengah berjalan. Dalam putusan MK disebut praperadilan akan gugur bila sudah dibacakan dakwaan. “Dakwaan itu belum kan,” ujarnya.

Sidang praperadilan lanjutan akan kembali digelar hari ini. Fredrich memastikan pihaknya sudah siap menghadapi praperadilan. Dia yakin bisa kembali mengalahkan KPK. “Insya Allah menang. Doakan bisa menang,” harapnya.

Fredrich meminta kepada hakim yang menangani praperadilan kliennya tidak perlu takut melanjutkan sidang praperadilan hari ini. “Kalau hakim takut sama KPK ya silakan, kan nggak bisa berbuat apa-apa, karena kan seluruh Indonesia sekarang takut sama KPK kan. Mungkin yang berani lawan KPK cuma saya saja. Kita lihat saja,” tandasnya.

Berkas Novanto tiba di Pengadilan Tipikor Jakarta pukul 15.45 WIB. Diturunkan dari sebuah mobil, berkas-berkas tebal itu dinaikkan dalam sebuah troli berukuran sedang. Berkas dipisah dalam bundel-bundel. Ada 4 bundelan. Pada halaman depan berkas tertulis nomor registrasi BP – 91/23/11/2017 atas nama tersangka Setya Novanto dengan jabatan Ketua DPR RI.  Novanto ditulis melanggar Pasal 2 Ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

Jaksa penuntut KPK Irene Putri menyebut, berkas perkara tersangka korupsi e-KTP itu mencapai ribuan halaman. “Saya tidak hitung berapa halaman. Saya kira iya (ribuan halaman), tapi saya tidak hafal,” ujarnya di Pengadilan Tipikor, kemarin. Berkas perkara yang dilimpahkan itu terdiri dari surat dakwaan, Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka maupun para saksi serta barang bukti.

Setelah berkas perkara dilimpahkan, dalam kurun waktu tiga sampai tujuh hari, pihak pengadilan akan menetapkan majelis hakim dan jadwal sidang perdana. “Kita tunggu penetapan hakim dan jadwal sidang,” imbuhnya.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Laode M Syarief menyebut, KPK siap menghadapi sidang praperadilan jika hakim tunggal Kusno yang memimpin persidangan memutuskan melanjutkan gugatan Novanto. Komisi antirasuah itu, katanya, sudah menyiapkan segala yang dibutuhkan untuk menghadapi upaya hukum yang dilakukan Novanto ini. “KPK itu siap saja menghadapi semua. Kalau ada putusan pengadilan kita harus selesaikan dulu praperadilannya ya kita siap untuk itu. Tetapi kalau praktik biasanya, jika pokok perkaranya sudah dilimpahkan, maka praperadilan dikesampingkan,” tegasnya. RM

Leave a Reply

*

*

advertisment
advertisment
advertisment