HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Berkas Perkara P21 Bupati Biak Diserahkan ke Kejati Papua untuk Kesekian Kalinya
Bupati Biak Numfor Thomas Ondi

Berkas Perkara P21 Bupati Biak Diserahkan ke Kejati Papua untuk Kesekian Kalinya

JAYAPURA,–  Sebelumnya berkas perkara korupsi Bupati Biak Numfor saat menjabat Kepala Badan Keuangan Kabupaten Mamberamo Raya hingga merugikan Negara mencapai 84 Miliar dikembalikan Kejaksaan Tinggi Papua dengan pertimbangan tidak memenuhi syarat. Besok (25/7) pihak Kepolisian Polda Papua Akan melakukan P21 ke kejaksaan Tinggi Papua dikarenakan sudah memenuhi persyaratan berkas perkara tersangka Bupati Biak Numfor Thomas Alva Edison Ondi.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol A.M Kamal, saat ditemui di Mapolda Papua Senin (24/7) sore. “Besok kami akan kembali menyerahkan berkas perakara P21 Thomas Ondi ke Kejaksaan Tinggi Papua setelah, Pengembalian berkas P19 sudah dua kali dikembalikan kepada penyidik. Sehingga, pihaknya berkeyakinan petunjuk jaksa yang sudah dipenuhi penyidik bisa diterima.

Lanjut Kamal menyampaikan apabila berkas P21 yang diserahkan dianggap lengkap Maka pihak penyidik akan melakukan Tahap II dan dapat diteruskan hingga prosea pengadilan

Sementara iti ditanyakan terkait dengan materi petunjuk yang disampaikan jaksa, dirinya tidak berkomentar. “Saya pikir itu tugas penyidik, tidak usah disampaikan ke publik. Pastinya apa pun yang diminta jaksa, akan dipenuhi oleh penyidik,” paparnya.

Sementara Kapolda Papua, Irjen Pol Boy Rafli Amar mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah berupaya mengikuti keinginan jaksa atas penuntasan kasus dugaan korupsi yang dilakukan Bupati Biak Numfor Thomas Alva Edison Ondi.

“Perkaranya tetap lanjut. Saat ini berkas kita dikembalikan. Penyidik kita lagi coba menuntaskan apa keinginan jaksa. Kita juga akan melengkapinya,” pungkasnya.

Beredar isu Kejaksaan Tinggi Papua menginginkan adanya tersangka lain atas kasus ini, Kapolda hanya menjawab pihaknya terus mendalami setiap keterangan dari saksi-saksi. “Kalau ada, kita akan cek siapa yang bisa ditetapkan sebagai tersangka,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Fachruddin Siregar menuturkan terhadap kasus ini, pihaknya masih meminta kepolisian untuk melengkapi petunjuk yang diserahkan jaksa.

“Kalau berkas perkaranya belum lengkap, kita kembalikan, lalu jaksa memberikan petunjuk. Apa itu petunjuknya, kami tak usah sampaikan,” jelasnya ketika di hubungi melalui telepon celulernya.

Disinggung apakah benar petunjuk dari kejaksaan kepada kepolisian meminta ada tersangka lain atas kasus ini, Siregar menjelaskan tak ingat percis apa petunjuk yang diminta jaksa kepada kepolisian. “Saya tak ingat, jaksa yang tahu,” katanya.

Sementara ditanya apakah kasus ini cukup berat untuk di tuntaskan, Siregar mengatakan kasus ini tidak susah. “Sejauh berkasnya sudah lengkap, tentunya kita akan proses. Sekarang kita masih butuh berkas perkaranya agar dilengkapi,” tegasnya.

Sebatas diketahui, Polda Papua telah menetapkan Bupati Biak Thomas Alfa Edison Ondi sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi di Kabupaten Mamberamo Raya Tahun 2011-2013 yang merugikan negara hingga Rp  84 miliar.

Thomas Alfa Edison Ondi sendiri dijerat dengan Pasal 2 dan 3 UU RI No 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat 1 (1) KUH Pidana dan Pasal 3 UU RI No.8 Tahun 2010 tantang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. [Cholid]

Check Also

Besok, KONI Pusat Akan Melantik Pengurus KONI Papua

JAYAPURA,- Sebanyak 70-an pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua akan dilantik oleh Ketua KONI ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *