ENTERTAINMENTPLUS

Berharap Bebas Dari Investigasi FBI, Trump Kambing Hitamkan Hillary

Trump

Wartaplus. Donald Trump panik. Gegaranya, badan Investigasi Federal (FBI) Amerika meneruskan penyelidikan terhadap bekas penasihatnya dalam kasus dugaan campur tangan Rusia pada Pemilu Amerika. Berharap bebas, Trump malah mengkambinghitamkan rivalnya dalam Pilpres lalu, Hillary Clinton.

Trump melontarkan tudingan terhadap Hillary lewat akun Twitternya @realDonaldTrump, Minggu 3 Desember. Trump mencuit, istri salah satu agen FBI menerima uang dari Hillary. Reputasi FBI disebutnya telah tercabik-cabik.
Serangan ini dilemparkan Trump di tengah perkembangan penyelidikan yang dilakukan Penasihat Khusus Robert Mueller terkait dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres Amerika 2016.

Trump sendiri telah berulang kali membantah bahwa timnya bekerja sama dengan Moskow demi membuat dirinya terpilih sebagai Presiden ke-45 Amerika.

Laporan yang muncul akhir pekan lalu menyebutkan, Mueller, yang merupakan eks Direktur FBI, telah memberhentikan seorang petugas FBI dari penyelidikan setelah yang bersangkutan diketahui menulis pernyataan bernada anti-Trump dalam pesan di telepon selulernya. Ini dijadikan senjata oleh Trump untuk menyerang kredibilitas Mueller.

Trump yang mendengar laporan pencopotan itu langsung merilis cuitannya. “Laporan: ‘Agen FBI Anti-Trump memimpin penyelidikan email Clinton’ Kini semuanya mulai jelas!,” cuit Trump seperti dikutip dari VOA.

Ini bukan kali pertama Trump menyerang Hillary.  Serangkaian pesan Trump di media sosial menyebut penyelidikan FBI terhadap Hillary Clinton yang tidak membuahkan dakwaan apapun. Penyelidikan itu dilakukan terkait tindakan Clinton yang menggunakan server email pribadi untuk berkorespondensi dalam urusan negara saat menjabat menteri luar negeri.

FBI sendiri tengah gencar menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam Pilpres Amerika yang melibatkan penasihat keamanan nasionalnya, Michael Flynn. Jenderal purnawirawan itu mengontak Duta Besar Rusia untuk Amerika, Sergei Kislyak, untuk membicarakan sanksi Amerika terhadap Rusia sebelum Trump dilantik secara sah menjadi presiden menggantikan Barack Obama, meski hasil Pilpres sudah menyatakan Trump sebagai pemenang.

Sebagai warga awam tanpa tugas diplomasi dari pemerintah, tindakan yang diduga dilakukan Flynn masuk kategori ilegal.  Kepada James Comey yang saat itu menjabat direktur FBI, Trump meminta agar FBI tidak meneruskan penyelidikan terhadap dugaan itu.

“Saya harap Anda bisa membiarkan ini, membebaskan Flynn,” kata Trump sebagaimana ditirukan Comey. Flynn kemudian dipecat Februari. Tak lama, Comey menyusul Flynn, didepak dari posisinya, pada Mei.

Trump pun menegaskan dia tidak pernah meminta Comey menghentikan penyelidikan terhadap Flynn. “Hanya berita bohong yang meliput kebohongan Comey!” cuitnya.

Terlepas dari penyangkalan Trump, Flynn mengaku telah berbohong kepada FBI dalam penyelidikan awal. Sebagai timbal balik, Flynn meminta hukumannya diringankan. Pakar hukum menegaskan, jika pernyataan Comey benar maka Trump secara teoritis telah menghalangi terkuaknya keadilan. RM

Leave a Reply

*

*

advertisment
advertisment
advertisment