HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Bentrok Deiyai, Tujuh Saksi Diperiksa
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal SH /Cholid

Bentrok Deiyai, Tujuh Saksi Diperiksa

JAYAPURA,-  Pascainsiden di PT. DDP di Kampung Bomou Kabupatean Deiyai antara aparat kepolisian dengan masyarakat setempat yang mengakibatkan 9 warga sipil tertembak dan satu meninggal dunia sementara 11 anggota aparat kepolisian mengalami luka-luka, Selasa (1/8) malam, tujuh saksi telah diperiksa.

Terhadap insiden itu, Pamminal Bid Propam Polda Papua serta Komnas HAM kini sedang mlakukan investigasi. Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal saat ditemui di Mapolda Papua, Kamis (3/8) menjelaskan, tujuh orang saksi yang diperiksa yakni dari pihak perusahaan, sedangakan untuk masyarakat belum bisa dilakukan pemeriksaan atau dimintai keterangan pascabentrok karena masih menutup diri.

“Sudah ada tujuh orang dari karyawan perusahaan PT. DDP yang diperiksa, namun untuk warga belum. Pemeriksaan akan dilakukan mulai dari awal kejadian hingga bentrok antara pihak kepolisian oleh Tim Investigasi Polda Papua dan Komnas HAM,” jelasnya.

Apapaun temuan investigasi baik  yang dilakukan Polri dalam hal ini Polda Papua dan Komnas HAM yang sedang berjalan, seandainya ada kesalahan prosedur yang dilakuakn oleh anggota tentunya  akan ada tindakan tegas dari pimpinan sesuai  hukum yang berlaku.

“Kami tidak akan menolelir kepada oknum aparat yang  sewenang-wenang terhadap masyarakat, kami akan tindak tegas terhadap  perilaku anggota kita yang  tidak sesuai dengan prosedur penanganan  permasalahan,” tegasnya.

Mengenai informasi beredar di media terkait jenis peluru yang mengenai korban, Kamal enggan berkomentar lebih jauh. “Kita belum bisa memastikan lebih lanjut, karena akan dilakukan pemeriksaan terhadap korban. Menurut informasi dari bapak kapolres, Brimob sudah lakukan sesuai dengan SOP. Ada peluru hampa,  peluru karet, dan ada peluru tajam. Mungkin saja yang mengenai masyarakat peluru karet atau peluru hampa karena ada ada masyarakat yang dipulangkan lantaran luka ringan, namun semua ada prosedurnya. Kita menunggu hasil dari tim investigasi apa perkembangannya,” jelasnya.

Hari ini pun, sesuai rencana akan ada koordinasi yang dipimpin bupati bersama tokoh masyarakat, agama, adat, serta keluarga korban, serta aparat kepolisian untuk penyelesaian masalah. [Cholid]

Check Also

70 Atlet Ikut Lomba Body Contes dan Binaraga Piala Bupati Jayapura Cup I

SENTANI,– Sedikitnya 70 atlet binaraga dari 7 Kabupaten dan 1 kota di Papua mengikuti lomba ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *