HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » HAI PAPUA » Bentrok Antar Pendukung Paslon di Puncak Jaya Kembali Pecah, Satu Meninggal Dunia
Rumah yang terbakar di Puncak Jaya/Istimewa

Bentrok Antar Pendukung Paslon di Puncak Jaya Kembali Pecah, Satu Meninggal Dunia

JAYAPURA,-Aksi saling serang antar kelompok massa pendukung pasangan calon bupati kembali terjadi di Kampung Legimut Distrik Pagaleme Kabupaten Puncak Jaya, Sabtu (29/7) siang. Aksi ini berawal saat massa dari kubu paslon nomor 1 yang saat itu melakukan bakar batu, diserang oleh massa paslon nomor 3.

“Pada saat melakukan bakar batu api berkobar besar dan berasap tebal yang mengakibatkan massa yang di pimpin Loni Telenggen alias Bongkar telenggen salah paham dan menganggap adanya penyerangan serta pembakaran rumah dan honai, sehingga massa paslon nomor 3 melakukan penyerangan menggunakan panah dan alat perang lainnya,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol A.M. Kamal dalam rilis yang diterima wartaplus.com, Sabtu (29/7) malam.

Lanjutnya, Kapolres Puncak Jaya AKBP Agustinus Fernando Indra Napitupulu bersama beberapa anggota Polri dan TNI mendatangi lokasi kejadian untuk memisahkan kedua kubu yang bertikai. Namun massa tidak menghiraukan himbauan dari Kapolres.

“Walaupun sudah ada aparat kepolisian di lokasi untuk memisahkan kedua kini, namun tidak di gubris oleh massa, sehingga aparat kepolisian mengeluarkan tembakan peringatan untuk menghentikan perang,”ujarnya.

Selanjutnya, Sekitar pukul 12.30  WIT, aparat Kepolisian dan TNI berhasil memisahkan kedua kelompok yang bertikai, dan kedua kelompok kembali ke tempatnya masing-masing yang dikawal oleh aparat Polri dan TNI. Saat ini angggota Kodim 1714/PJ dan anggota Polres Puncak Jaya masih bersiaga di sekitar tempat kejadian. Akibat dari kejadian tersebut, 1 orang dinyatakan meninggal dunia, 12 orang luka panah, dan 16 honai terbakar.

Kombes Pol A.M. Kamal sangat menyayangkan pertikaian itu terjadi dikala kasus Pemilukada masih dalam proses MK. Apalagi beberapa pejabat Provinsi  baik Kapolda, Pangdam, Wakil Gubernur, Ketua DPRP Papua, beberapa Pendeta) telah ikut hadir ke Puncak Jaya untuk menyelesaikan pertikaian yang terjadi antar pendukung.

“Bahkan kelompok yang bertikai telah melakukan persepakatan damai namun beberapa kali telah terjadi tindak kekerasan yang dilakukan oleh kelompok-kelompok yang tidak mentaati perdamaian yang telah disepakati, dan melakukan penangkapan dan penahanan terhadap beberapa pelaku tindak kejahatan di Puncak Jaya,” jelasnya. Kemal juga menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan tindakan tegas terhadap para provoktor dan pelaku yang kesemuanya itu merugikan masyarakat Puncak Jaya. [Aka]

 

 

 

 

Check Also

SMP Negeri 03 Kwawi Manokwari Terima Adiwiyata dari Kementarian Lingkungan Hidup

MANOKWARI,- Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 03 Kwawi, Kabupaten Manokwari terima Adiwiyata tingkat nasional tahun ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *