HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Ekonomi » Bapennas Siapkan Reindustrialisasi

Bapennas Siapkan Reindustrialisasi

Wartaplus. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengungkapkan, pihaknya tengah menyiapkan rancangan program reindustrialisasi.

Menurutnya, reindustrialisasi sangat penting untuk mempercepat kinerja perekonomian Indonesia.

“Ini bagian untuk menyiapkan Visi Indonesia 2045. Untuk mencapai visi ini, pemerintah Indonesia perlu menerapkan beberapa kebijakan utama. Antara lain Kebijakan reindustrialisasi,” ujar Bambang di Jakarta, kemarin.

Dia menuturkan, salah satu elemen penting dalam Visi 2014 adalah mempercepat ekonomi Indonesia untuk melepaskan diri dari jebakan pendapatan menengah ke negara berpenghasilan tinggi. Dengan peta jalan terpadu, ekonomi Indonesia diperkirakan akan tumbuh 6,4 persen per tahun dalam skenario tinggi.

Dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, lanjut Bambang,  Indonesia akan menjadi negara berpenghasilan tinggi pada 2034. Dan, pada 2045 Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 29 ribu dolar AS.

Untuk mencapai visi 2045, Bambang menyebutkan industri manufaktur harus dapat tumbuh rata-rata 7,8 persen per tahun selama 30 tahun ke depan sehingga peran industri manufaktur dapat meningkat dari 21 persen di tahun 2015 menjadi sekitar 32 persen pada tahun 2045.

Bambang menilai, ada beberapa langkah agar reindustrialisasi berjalan sukses. Antara lain,  kebijakan reindustrialisasi harus memiliki karakteristik. Industrialisasi diharapkan bisa diintegrasikan dari hulu ke hilir. Dengan melakukan ini, nilai tambah dalam industri manufaktur bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin bagi perekonomian.   “Integrasi hilir hulu ini juga diperlukan untuk memecahkan fenomena tengah berongga dalam struktur industri kita dimana industri kecil dan menengah memiliki sedikit hubungan dengan industri besar. Dengan integrasi ini, produktivitas industri kecil akan terdorong,” ujar Bambang.

Selain itu, Bambang  mengatakan, Indonesia harus dapat memanfaatkan ekonomi digital secara optimal dan mendorong inovasi dalam kegiatan ekonomi pada umumnya. Menurut Bambang, Inovasi dan peningkatan digital merupakan faktor penting untuk meningkatkan produktivitas ekonomi. Sedangkan dua karakteristik lainnya yaitu ada kebutuhan untuk memperbaiki aspek kelembagaan yang dapat mendorong inovasidan serta peningkatan pengembangan dan penerapan sains dan teknologi. RM

Check Also

Ketua MK Kena 2 Kartu Kuning, Kalau Main Sepakbola Langsung Kartu Merah

Wartaplus. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat kembali kena semprit Dewan Etik MK. Ini kali kedua ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *