HEADLINE : Akhirnya Bupati Biak Numfor Ditahan - Papua Barat Heboh Ada Penampakan Salju di Raja Ampat - Teganya 7 Remaja Tanggung di Kota Serui Lakukan Pelecehan Seksual Terhadap Temannya ,
Rabu , 20 September 2017
Breaking News
Home » Ekonomi » Bank Mandiri Papua Ikut Mengimbau Terkait ‘Double Swipe’
Regional Operation Head Bank Mandiri Region XII Papua, Benny Setiawan/Djarwo
Regional Operation Head Bank Mandiri Region XII Papua, Benny Setiawan/Djarwo

Bank Mandiri Papua Ikut Mengimbau Terkait ‘Double Swipe’

JAYAPURA,- Bank Indonesia secara nasional telah mengeluarkan peringatan bagi pemilik kartu non tunai untuk tidak melakukan penggesekan ganda (double swipe) agar tidak terjadi perpindahan data transaksi kartu.

Hal tersebut juga mendapatkan tanggapan dari Bank Mandiri Regional XII Papua, yang ikut mengimbau kepada pemilik kartu untuk menghindari atau menolak penggesekan ganda setiap melakukan transaksi.

“Pada saat melakukan penggesekan ganda (double swipe), data gesekan yang kedua itu sudah langsung tertera di mesin kasir, jadi semua log dan strip dari kasir tersebut terbaca dan data transaksi yang ada akan langsung berpindah langsung ke komputer kasir,” jelas Regional Operation Head Bank Mandiri Region XII Papua, Benny Setiawan, saat dihubungi, Rabu (13/9).

Menurut Benny, kejadian tersebut sudah pernah terjadi dimana pengguna kartu kredit data transaksi finansialnya terbaca dimana-dimana, hal itu terjadi karena di mesin komputer kasir terjadi  penggesekan ganda.

Lebih lanjut Benny mengatakan, Bank Indonesia juga sebelumnya telah melarang melakukan praktik penggesekan kartu kredit dua kali dan konsumen seharusnya menolak praktik tersebut ditoko-toko ketika membayar mengunakan kartu debit atau kartu kredit.

“Meskipun kita ketahui kartu perbankan sudah menggunakan chip, namun meski demikian selalu ada yang men-strike dibelakang kartu. Dan ketika terjadi penggesekan dua kali di toko maka akan terjadi magnetic straight yang ada di dalam kartu,” bebernya.

Sebelumnya, Bank Indonesia telah menjelaskan bahwa penggesekan ganda (double swipe) terjadi ketika pedagang melakukan penggesekan kartu non tunai lebih dari sekali, selain di mesin Electronic Data Capture (EDC), penggesekan biasanya dilakukan di mesin kasir pedagang.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia No. 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran, penyelenggara jasa sistem pembayaran dilarang mengambil dan menggunakan data selain untuk tujuan pemrosesan transaksi pembayaran, misalnya dengan mengambil data kartu melalui penggesekan di mesin kasir.

Selain itu, Bank Indonesia juga telah mengeluarkan imbauan untuk menyikapi jika menemukan atau mengalami praktik penggesekan ganda, seperti melarang pedagang menggesek kartu di mesin kasir, melaporkan kepada Bank Indonesia melalui Bank Indonesia Contact Center (BICARA) 131, dengan menyebutkan nama pedagang dan nama bank pengelola yang dapat dilihat di stiker mesin EDC. [Djarwo]

Check Also

Foto: Ilustrasi

Seorang Ibu Rumah Tangga Hilang di Keerom

JAYAPURA,-Anggota Kepolisian Resotr (Polres) Keerom menerima laporan warga atas kehilangan seorang wanita bernama Mariana Boseren ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *