HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » Hukum » Banding, Hukuman Eks Sekda Anambas Dikorting 1,5 Tahun

Banding, Hukuman Eks Sekda Anambas Dikorting 1,5 Tahun

 

Wartaplus. Pengadilan Tinggi Riau mengurangi hukuman kepada bekas Sekertaris Daerah (Sekda) Kabupaten Anambas, Radja Tjelak Nur Djalal menjadi 3,5 tahun penjara.

Djalal sebelumnya divonis 5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tanjungpinang, lantaran terbukti melakukan korupsi pada pengadaan mess pemda dan asrama mahasiswa Anambas di Tanjungpinang tahun 2010.

Humas Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Santonius Tambunan membenarkan pengurangan hukuman terhadap Djalal. “Kami sudah menerima petikan putusan kasus korupsi pengadaan tiga mes Anambas di Tanjungpinang,” katanya.

Ia menjelaskan, putusan banding perkara Djalal itu diketuk pada 22 Juni 2017 lalu. Hukuman denda terhadap Djalal juga dikurangi dari dari Rp200 juta menjadi Rp50 juta saja. “Bila uang denda tak dibayar, hukumannya ditambah dua bulan kurungan,” ungkap Santonius.

Untuk diketahui, Pemkab Anambas melakukan pengadaan mess pemda dan mess mahasiswi/mahasiswa di tiga lokasi di Tanjungpinang pada 2010 lalu.

Pembelian mess ini tidak melibatkan tim appraisal atau tim penilai untuk memberikan perkiraan nilai nilai ekonomis suatu properti, baik berwujud atau pun tidak berwujud.

Berdasarkan keterangan saksi Ipan yang saat itu menjabat sebagai Bendahara Umum Daerah Pemkab Anambas, pagu anggaran untuk pengadaan tiga mess ini sekitar Rp5 miliar.

Rinciannya, dana Rp2 miliar digunakan untuk pembelian satu unit rumah untuk mess Pemda Anambas. Dua unit rumah digunakan untuk asrama mahasiswa/mahasiswi Anambas dengan anggaran masing-masing Rp1,5 miliar.

Rumah milik Risman Bahri di Jalan Siantan, Perumnas Sungai Jang, Tanjungpinana dibeli dengan harga Rp1,6 miliar. Rumah ini digunakan untuk mess pemda.

Sedangkan rumah untuk mes mahasiswa/mahasiswi Anambas dibeli dari Roslina Bono seharga Rp1,3 miliar. Rumah itu berada di Perumahan Pesona Asri, Kompleks Bintan Center, Batu 9, Kelurahan Air Raja, Tanjungpinang Timur.

Rumah ketiga juga untuk mes mahasiswa/mahasiswi Anambas dibeli dari Darwis dengan harga Rp1,1 miliar. Rumah tersebut berada di Jalan Kijang Lama.

Berdasarkan keterangan ahli appraisal, harga rumah milik Roslina Bono seharusnya hanya sekitar Rp858 juta, rumah Darwis Rp552 juta, dan rumah Risman Bahri Rp1,1 miliar.

Keterangan ahli dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kepri, ditemukan kelebihan uang negara dalam membayar sekitar Rp1.499.540.000. Diduga, uang tersebut mengalir ke kantong pribadi Djalal. RM

Check Also

Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius

JAYAPURA,-Peristiwa wabah campak dan gizi buruk yang mengakibatk anak-anak meninggal dunia di Distrik Agats-Kabupaten Asmat-Provinsi ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *