HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » Rapat Terbatas Gubernur Papua dan Presiden Jokowi Soal PON 2020, Begini Hasilnya
Gubernur Papua, Lukas Enembe memberikan keterangan pers usai melakukan pertemuan terbatas dengan Presiden Joko Widodo membahas soal PON XX 2020, di Istana Negara Jakarta, Rabu (19/7)/Istimewa

Rapat Terbatas Gubernur Papua dan Presiden Jokowi Soal PON 2020, Begini Hasilnya

JAKARTA, – Gubernur Papua, Lukas Enembe melakukan pertemuan terbatas dengan Presiden RI Joko Widodo membahas soal pelaksanaan PON XX tahun 2020, dimana Papua menjadi tuan rumah pesta olahraga empat tahunan tersebut. Pertemuan berlangsung di Istana Negara, Rabu (19/7). Dalam pertemuan itu Presiden telah memerintahkan kepada Menteri Sekretaris Negara Pratikno agar dalam pekan/minggu ini segera menerbitkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN), termasuk diantaranya Infrastruktur PON XX tahun 2020.

Dalam rilis yang diterima redaksiwartaplus.com, Gubernur Papua Lukas Enembe bertemu Jokowi yang didampingi Wakil Presiden Yusuf Kalla bersama 22 Menteri terkait lainnnya.

“Pertama tentu kita berterima kasih kepada bapak Presiden. Karena perhatiannya luar biasa, khusus membahas soal Papua. Selain proyek – proyek strategis nasional. kita juga membahas soal PON XX tahun 2020,”ungkap Gubernur yang didampingi Sekda Papua T.E.A Hery Dosinaen, Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri bersama para Kepala SKPD terkait lainnya seperti Kepala Bappeda Muh Musa’ad, Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Papua Ridwan Rumasukun, Kepala Balitbang Provinsi Papua Oma Laduani Ladamai, Karo Hukum Setda Papua Derek Hegimur, Karo Humas dan Protokoler Setda Papua Tommy Israil Ilolu, Kepala Kantor Badan Penghubung Daerah Alexander Kapisa. Saat memberikan keterangan kepada pers di halaman Istana, usai melakukan pertemuan tertutup selama dua jam lebih

Kata Gubernur, khusus PON dalam waktu dekat akan ada Inpres. “Inpres sudah diperintahkan oleh Bapak Presiden yang memerintahkan kepada Menteri Sekretaris Kabinet untuk menyiapkan. Mudah – mudahan minggu ini sudah menjadi Inpres,”harapnya.

Dalam Ratas itu gubernur juga menyampaikan kepada Presiden terkait kebutuhan dana yang diperlukan Provinsi Papua untuk perhelatan pesta olahraga empat tahunan itu.

Dihadapan Presiden Gubernur menjelaskan untuk PON, Papua sudah mengeluarkan dana sebesar Rp. 2 triliun yang bersumber dari APBD. Dimana dari penggunaan dana ini sudah dikerjakan. Sedangkan Papua masih membutuhkan tambahan dana lagi sebesar Rp. 1,6 triliun.

“Saya sudah beritahukan kepada bapak Presiden. Bapak Presiden sudah perintahkan Menteri PU untuk menangani yang Rp. 1,6 triliun ini. Seluruhnya Menteri PU yang bangun. Nanti beliau yang bangun,”tukasnya.

Dari kucuran dana tambahan dari Pemerintah Pusat ini. Maka dipastikan tanggal 29 Desember tahun 2018 untuk Stadion Utama di Kampung Harapan, Kabupaten Jayapura sudah rampung.

“Kita harapkan bisa selesai semua. Karena Timika kan sebagian besar sudah ada. Tinggal venues – venues yang kita mungkin perbaiki dan fasilitas yang ada saat ini akan kita perbaiki/rehab saya pikir sudah selesai,”harapnya.

Sedangkan untuk fasilitas penunjang lainnya seperti telekomunikasi, infrastruktur jalan, listrik, air bersih. Kata Gubernur, Presiden juga telah memerintahkan kepada setiap Menteri terkait untuk membantu Papua, menyukseskan ajang nasional ini.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Provinsi Papua Yusuf Yambe Yabdi mengungkapkan, rencananya hari Jumat (21/8) Dinas Pemuda dan Olahraga selaku leading sektor akan mengadakan pertemuan bersama Menteri Pekerjaan Umum M. Basuki Hadimulyo di Kementerian PU.

Kata Yusuf soal Infrastruktur POM akan terbagi dalam beberapa item yakni infrastruktur venues dan yang kedua adalah infrastruktur akomodasi dan ketiga infrastruktur pendukung.

Infrastruktur pendukung seperti air bersih, jalan menuju venues. Bahkan ada usulan untuk membuat fly over di wilayah Kampung Harapan guna mengatasi kemacetan selama ajang pesta olahraga empat tahunan itu.

Adapula usulan lain untuk membuat jalan alternatif di Kampung Harapan agar bisa mengalihkan arus lalu lintas pada saat penyelenggaraan.

Berikutnya tentang energi listrik dan telekomunikasi. “Infrastruktur – infrastruktur ini penting dan juga tambahan adalah infrastruktur transportasi,”terang Yusuf.[Riri]

Check Also

Tanggulangi KLB Campak, Pertamina Kirim Bantuan ke Kabupaten Asmat

JAYAPURA,- General Manager PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII Maluku Papua, Tengku Fernanda menyerahkan ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *