HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » NEWSPLUS » 300.000 Hektar Lahan di Palangka Raya Dipersiapkan Untuk Jadi Ibu Kota Baru

300.000 Hektar Lahan di Palangka Raya Dipersiapkan Untuk Jadi Ibu Kota Baru

WARTAPLUS – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyiapkan lahan sekitar 300 ribu ha jika Pemerintah kelak benar-benar akan merealisasikan wacana pemindahan Ibu Kota dari Jakarta ke kota di luar Pulau Jawa. Lokasi ini berada di 3 kota/kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gunung Mas.

Kepala Bappeda Provinsi Kalimantan Tengah, Yuren S Bahat mengatakan, lokasi terdekat dari pusat kota Palangka Raya menuju lahan calon Ibu Kota baru tersebut dapat ditempuh selama satu jam dengan jarak sekitar 50 km.

“Jadi sebagian wilayah Palangka Raya, sebagian Katingan dan sebagian Gunung Mas. Dan pusat pemerintahan Ibu Kota baru ini, kalau memang jadi di situ, berarti dari pusat kota ini tidak jauh, hanya sekitar 50-an km,” katanya saat ditemui di kantornya, Palangka Raya, Jumat (14/7/2017).

Berdasarkan informasi yang diterima, Saat mencoba mencapai lokasi terdekat calon kota baru yang akan dibangun nanti.

Lokasi tersebut ditempuh dari pusat kota Palangka Raya ke arah barat menuju Kabupaten Katingan. Jalan raya Tjilik Riwut sepanjang 35 km pun dilewati, hingga masuk ke wilayah Bukit Tangkiling menuju arah Sampit. Infrastruktur jalan yang dilewati mulus tanpa ada jalan yang berlubang.

Berdasarkan lokasi, lahan yang dimaksud tersebut kini masih berupa kawasan hutan lebat. Ini merupakan salah satu irisan lokasi calon Ibu Kota baru yang disiapkan. Lokasinya berada di pinggir jalan raya menuju Sampit atau perbatasan antara Palangka Raya dan Katingan. Tim pun mencoba menjangkau penampakan terdekatnya dari tempat wisata Bukit Batu Pertapaan Tjilik Riwut.

Jika dilihat dari lokasi wisata Bukit Batu tersebut, tampak luasan hutan yang masih belum ada akses masuknya. Tampak pula pagar-pagar kawat yang membatasi antara lokasi Bukit Batu tersebut dengan salah satu irisan wilayah dari lokasi pembangunan Ibu Kota baru yang disiapkan.

Hutan tersebut diisi oleh pohon-pohon akasia yang tampak berjejer dan berpadu dengan tumbuhan-tumbuhan liar lainnya.

Kepala Dinas PU Provinsi Kalimantan Tengah, Leondard Ampung mengatakan, status tanah yang bakal menjadi lokasi calon Ibu Kota baru tersebut merupakan milik negara, dan pada umumnya memungkinkan untuk membangun suatu kawasan pemerintahan.

“Dari sisi ke-PU-an, kita lihat bahwa lahan-lahan tersebut sangat memungkinkan untuk kita bangun menjadi suatu kawasan pemerintahan. Misalnya gedung-gedung pemerintahan, dan seterusnya,” ungkapnya dalam kesempatan yang berbeda.

[detik]

Check Also

Farhat Abbas Laporkan Nikita Mirzani ke Polisi

WARTAPLUS – Farhat Abbas kembali mendatangi Polda Metro Jaya, Selasa, 16 Januari 2018. Kedatangan Farhat ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *