HEADLINE : Wabah Campak dan Gizi Buruk Menyebabkan Kematian di Asmat Diduga Keras Pelanggaran HAM Yang Serius - Tidak Semua Wilayah Asmat Bisa Dijangkau, September Hingga Januari 2018 Terdapat 568 Penderita Campak - Lukas Enembe dan Klemen Tinal Resmi Mendaftar ke KPU Papua - Pemprov Papua: ASN Terlibat Urusan Pilkada Harus Lepaskan Status Pegawai - ,
Breaking News
Home » GENERAL » 10 Tahun Berdiri, Rumah Sakit Yowari Tidak Miliki IPAL

10 Tahun Berdiri, Rumah Sakit Yowari Tidak Miliki IPAL

SENTANI,– Kurang lebih sepuluh tahun sudah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Sentani beroperasi dan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Papua khususnya masyarakat di Kabupaten Jayapura. Namun dalam sepuluh tahun itu rumah sakit tipe C ini belum memiliki Instalasi Penjernihan Air Limbah (IPAL).

“Kita boleh jujur bahwa dalam 10 tahun berdiri ini, Rumah Sakit Yowari belum memiliki IPAL, dan pembuangannya langsung ke tanah, jadi bahayanya itu pencemaran lingkungan,” demikian disampaikan Direktur RSUD Yowari dr. Mickhael Demetow, kepada wartawan di Sentani, Selasa (2/8) siang.

Mickhael Demetow menjelaskan bahwa pihaknya sudah mengajukan pengadaan IPAL ke pemerintah daerah, namun hingga saat ini belum dijawab. “Kita sudah ajukan pengadaan, namun belum dijawab oleh pemerintah. Mungkin investnya besar, karena bisa mencapai 3-3,5 miliar,” ujarnya.

Mickhael juga mengaku bahwa dengan tidak memiliki IPAL, Rumah Sakit Yowari telah ikut mencemari lingkungan. “Kalau mau jujur iya, karena pengamatan badan lingkungan hidup memang sudah melihat itu, tapi mungkin karena mereka melihat rumah sakit ini milik pemerintah maka masih diberikan waktu untuk pengadaan,” jelasnya.

Disinggung apakah pencemaran lingkungan yang dilakukan pihak Rumah Sakit telah berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar, Mickhael Demetow menjelaskan bahwa hal itu perlu dilakukan kajian. “Itu perlu dilakukan kajian dulu, tapi secara logika, ketika tanah dicemari pasti air tanah akan tercemar,” tuturnya.

Namun Mickhael Demetow menyampaikan bahwa sejak pihaknya memimpin, ia telah berusaha untuk mendatangkan IPAL, walaupun tanpa bantuan pemerintah daerah. “Saya sudah upayakan di kementerian lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) dan mudah-mudahan Oktober ini mereka jawab, sehingga di tahun depan sudah bisa dipasang di sini,” paparnya. [Aka]

Check Also

Bupati Jayapura Minta CPA Hirosi Beri Motivasi dan Inspirasi Menjaga Cagar Alam Cycloop

SENTANI,– Club Pencinta Alam Hirosi Papua merayakan HUT ke-17 tahun yang jatuh pada tanggal 15 ...

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *